Kantor berita IRNA melaporkan hari ini (23 Mei) bahwa dalam surat yang dikirim kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB Fu Cong, Duta Besar Iran Amir Saeid Iravani menolak klaim yang dibuat oleh AS selama pertemuan pada 19 Mei bahwa Teheran bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Uni Emirat Arab (UEA).

Bapak Iravani menyatakan: “Iran adalah korban serangan dari Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan fasilitas nuklir damai yang dipantau oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Setiap serangan atau ancaman terhadap infrastruktur nuklir damai merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, Piagam PBB, dan Statuta serta resolusi IAEA.”
Duta Besar Iran kemudian menuduh AS, bersama dengan Israel, melakukan serangan terhadap sejumlah fasilitas nuklir yang dikelola oleh Teheran, "tetapi sekarang mengklaim peduli terhadap keamanan dan keselamatan nuklir." Menurutnya, Washington dan Tel Aviv menjalankan kebijakan yang meng destabilisasi Timur Tengah, dan situasi saat ini adalah konsekuensi dari dua konflik melawan Iran.
Al Jazeera melaporkan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Uni Emirat Arab diserang oleh drone pada tanggal 17 Mei. Menurut pernyataan dari pejabat UEA pada saat itu, serangan tersebut "tidak memengaruhi keselamatan pembangkit, juga tidak berdampak pada sistem penting, dan semua unit beroperasi normal."
Sumber: https://vietnamnet.vn/iran-bac-cao-buoc-dung-uav-tan-cong-nha-may-dien-hat-nhan-uae-2518681.html








Komentar (0)