Kelompok pemantau Netblocks mengkonfirmasi bahwa konektivitas telah sebagian dipulihkan, mencapai 86% dari tingkat normal. Pada 25 Mei, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memerintahkan pembukaan kembali akses internet internasional.


Tim pemantauan Netblocks mengkonfirmasi bahwa konektivitas telah sebagian dipulihkan, mencapai 86% dari tingkat normal.
Di media sosial, warga Iran berbagi perasaan mereka:
Jurnalis Elaheh Mohammadi mengatakan: "Kami mengakses internet lagi seperti sebelumnya, saling berkirim pesan. Banyak orang tidak percaya kami bisa bertahan selama ini!"


Cuplikan layar warga Iran yang berbagi perasaan mereka di media sosial.
"Gangguan internet menyebabkan kerugian besar bagi banyak bisnis. Kami juga mengalami 80 hari tanpa penghasilan. Syukurlah internet sudah kembali online, jadi mulai besok, kami akan kembali bekerja!"
Sebelumnya, sebagian besar warga Iran tidak dapat mengakses internet global selama 87 hari. Hanya sebagian kecil yang berhasil mengaksesnya berkat VPN.


Iran memutus akses internet untuk pertama kalinya sejak 8 Januari untuk mengatasi protes.
Iran awalnya mematikan layanan internetnya pada tanggal 8 Januari untuk meredam protes. Menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran pada tanggal 28 Februari, pihak berwenang memberlakukan pemadaman internet kedua.
>>> Silakan saksikan HTV News pukul 20.00 dan Program Dunia 24 Jam pukul 20.30 setiap hari di saluran HTV.
Sumber: https://htv.vn/iran-mo-lai-internet-after-88-days-of-disconnection-222260528143146556.htm








Komentar (0)