Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Rusia RIA Novosti, Ebrahim Azizi, kepala Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, menegaskan bahwa negara tersebut saat ini tidak memiliki rencana untuk mengekspor uranium yang telah diperkaya.

"Terus terang, saya bahkan tidak mengerti dari mana ide untuk pertanyaan-pertanyaan seperti itu berasal. Kami tidak berniat mentransfer uranium yang diperkaya ke negara ketiga, perantara, atau ke mana pun," tegas Azizi.
Sebelumnya, pada tanggal 21 Mei, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei juga mengeluarkan arahan yang melarang ekspor atau transfer uranium yang sangat diperkaya milik negara itu ke negara asing.
Israel, Amerika Serikat, dan negara-negara Barat lainnya telah lama menuduh Iran mengejar pengembangan senjata nuklir, termasuk pengayaan uranium hingga kemurnian 60%—jauh lebih tinggi dari yang dibutuhkan untuk keperluan sipil dan mendekati 90% yang dibutuhkan untuk produksi senjata nuklir. Namun, Teheran telah berulang kali menekankan bahwa mereka tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.
Sumber: https://vietnamnet.vn/iran-neu-so-phan-cua-hang-tram-kg-uranium-lam-giau-2520789.html










Komentar (0)