
Menurut Washington Post, pejabat tersebut mencatat bahwa hingga 24 Mei, AS dan Iran belum menandatangani perjanjian formal apa pun, dan tidak jelas seberapa mengikat kerangka kerja yang ada.
Sementara itu, seorang diplomat mengatakan proposal terbaru sedang menunggu persetujuan Iran. Menurut proposal tersebut, setelah Iran menandatangani memorandum, dalam waktu 30 hari Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan menerapkan langkah-langkah untuk memastikan perdagangan kembali seperti sebelum konflik. Proposal tersebut juga menetapkan bahwa Iran, AS, dan sekutu mereka akan segera menyatakan penghentian semua operasi militer di semua front, termasuk Lebanon.
Usulan tersebut juga mencakup penegasan kembali komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dan kedua pihak bekerja sama selama dua bulan ke depan untuk menyepakati mekanisme penanganan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran.
Sebelumnya, media pemerintah Iran mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Ismail Baghaei yang mengatakan bahwa Iran dan AS berada pada tahap akhir penyusunan memorandum 14 poin dan hasilnya akan diumumkan dalam 3-4 hari ke depan.
Menurut juru bicara tersebut, poin-poin utama dokumen itu menyangkut gencatan senjata antara Iran dan AS, pencabutan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, dan pencabutan pembekuan aset Iran di bank-bank asing.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/iran-va-my-tien-gan-thoa-thuan-mo-lai-eo-bien-hormuz-post854264.html








Komentar (0)