
Faktanya, wisata olahraga baru-baru ini telah menarik banyak wisatawan ke Quang Nam dan memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan keseluruhan industri tersebut.
Potensi besar perlu digali.
Pariwisata olahraga dianggap sebagai solusi optimal untuk mengatasi sifat musiman pariwisata, serta berfungsi sebagai saluran efektif untuk mempromosikan dan mengiklankan destinasi.
Selain produk budaya, banyak usulan baru telah diajukan untuk meningkatkan pengalaman wisata, seperti wisata olahraga yang terkait dengan golf, lari, dan olahraga air yang berhubungan dengan laut dan pulau.
Menurut usulan dari para pelaku bisnis, diperlukan penelitian jangka panjang dan bimbingan dari otoritas lokal.
Secara spesifik, perlu membangun dan meningkatkan infrastruktur, memperbaiki sistem transportasi, dan mengembangkan fasilitas teknis khusus ke arah yang profesional dan modern. Pemerintah daerah juga harus segera mengembangkan strategi promosi untuk meningkatkan peluang menjadi tuan rumah lebih banyak acara olahraga tingkat internasional.
Pada saat yang sama, di wilayah laut, perlu segera memberikan izin operasi untuk kegiatan-kegiatan tertentu seperti parasailing, rakit karet yang ditarik, berjalan di bawah air, berlayar, dan lain-lain, untuk menciptakan kondisi agar bisnis dapat secara efektif memanfaatkan dan mengembangkan layanan rekreasi berbasis air.
Selain itu, Quang Nam perlu menarik lebih banyak penyelenggara acara olahraga berskala besar untuk mengadakan acara di daerah setempat. Hal ini akan memungkinkan pariwisata olahraga untuk bersaing dengan provinsi tetangga seperti Da Nang dan Khanh Hoa.
Pada program stimulus pariwisata baru-baru ini, Bapak Vo Quang Lien Kha – Wakil Direktur Jenderal Vietravel – mengusulkan agar Dinas Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Quang Nam mempertimbangkan kembali produk pariwisata olahraga.
Dengan memberikan contoh spesifik, Bapak Kha mengatakan bahwa lomba perahu motor di Binh Dinh telah menarik banyak wisatawan domestik dan internasional ke daerah tersebut.
"Quang Nam perlu mempertimbangkan untuk menyelenggarakan turnamen golf nasional dan kemudian internasional. Saat ini, produk wisata olahraga berkembang positif, dan Quang Nam dapat mengembangkan sektor ini dengan baik karena produk golf dan resor di daerah tersebut berkembang pesat."
"Mengingat citra Hoi An yang sudah mapan, industri pariwisata harus mempertimbangkan untuk mendatangkan acara-acara besar ke kota ini, sehingga membentuk pusat pariwisata internasional seperti yang direncanakan," saran Bapak Kha.
Meningkatkan keunggulan kompetitif
Ibu Pham Que Anh, Direktur Hoi An Express Trading and Tourism Service Company Limited, meyakini bahwa kelurahan Cam An (kota Hoi An) memiliki banyak keunggulan untuk mengembangkan produk baru.

Menurut Ibu Anh, daerah ini memiliki lokasi geografis yang menguntungkan, pemandangan alam yang masih alami, dan telah menerima dukungan dari provinsi dan pemerintah daerah dalam hal kebijakan pengembangan pariwisata pantai.
"Namun, saat ini wilayah tersebut masih kurang seragam dalam hal kondisi yang mengarah pada pariwisata hijau (daur ulang sampah, pengurangan penggunaan plastik), dan belum ada kegiatan olahraga air yang terorganisir dengan baik. Oleh karena itu, Hoi An harus mengusulkan agar provinsi mempertimbangkan untuk merencanakan dan menerapkan kembali kegiatan olahraga air dalam waktu dekat," kata Ibu Que Anh.
Dari perspektif manajemen lokal, Bapak Nguyen Van Son, Ketua Komite Rakyat Kota Hoi An, mengatakan bahwa satu perusahaan telah diberikan izin untuk menyelenggarakan kegiatan olahraga di area "pulau dinosaurus".
Menurut Bapak Son, perusahaan ini akan berperan dalam mengorganisir layanan serta memberikan dukungan penyelamatan bila diperlukan. Kegiatan olahraga akan berlangsung selama bulan-bulan musim panas dan ditangguhkan sementara selama bulan-bulan musim dingin dengan cuaca yang tidak menguntungkan. Hal ini akan mendiversifikasi produk pariwisata untuk daerah tersebut dan mengurangi kepadatan di area inti warisan Kota Tua Hoi An.
Terkait pengembangan wisata golf, Bapak Pham Thanh Tri, Wakil Presiden Tetap Asosiasi Pariwisata Golf Vietnam (VTGA), meyakini bahwa perusahaan perjalanan belum menunjukkan minat yang cukup di bidang ini. Selain itu, tenaga kerja di sektor pariwisata belum terlatih secara profesional untuk menghubungkan industri pariwisata Vietnam Tengah dengan golf.
Menurut Bapak Tri, perusahaan perlu secara proaktif melatih sumber daya manusia untuk pariwisata golf guna memenuhi permintaan yang terus meningkat dari wisatawan golf internasional dan domestik.
Pada saat yang sama, komunikasi perlu diperkuat agar instansi pemerintah dan masyarakat memahami bahwa golf adalah olahraga dan sektor ekonomi yang mengekspor layanan di tempat seperti bermain golf, bersantap, dan berwisata bagi wisatawan golf internasional.
Kebijakan yang mendorong pengembangan kegiatan olahraga yang terkait dengan pariwisata adalah sesuatu yang perlu kita pertimbangkan...
Sumber






Komentar (0)