Harga karet menunjukkan tren positif sebagian karena kenaikan harga minyak mentah, sementara pasar khawatir tentang potensi gangguan pasokan karet di Thailand.
Pasar dunia
Pada penutupan perdagangan hari Jumat, harga karet berjangka Mei di Jepang naik 1% (2,9 yen) menjadi 294,1 yen/kg. Demikian pula, harga karet berjangka Juni di Thailand meningkat 0,7% (0,56 baht) menjadi 75,39 baht/kg. Sementara itu, pasar Tiongkok ditutup sementara untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Dibandingkan dengan akhir pekan lalu, harga karet di Jepang dan Thailand berubah masing-masing sebesar +4% dan +2%.
Menurut Departemen Meteorologi Thailand, hujan lebat dan banjir bandang di wilayah selatan dapat terjadi mulai tanggal 2-7 Mei, yang menimbulkan kekhawatiran di pasar tentang gangguan pasokan karet. Hal ini sedikit mendukung harga selama sesi perdagangan akhir pekan.
Dalam berita lain, pada tanggal 29 April, Asosiasi Industri Karet Jerman (WDK) menyerukan implementasi reformasi ekonomi domestik secara 'segera'. Presiden WDK, Michael Klein, mendesak pemerintah untuk lebih fokus pada perusahaan industri kecil dan menengah.
Permohonan ini muncul ketika industri karet Jerman menghadapi tantangan serius. Menurut survei WDK terbaru, pendapatan industri diproyeksikan turun hampir 2% pada tahun 2024, sementara produksi turun 3% dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi keuangan perusahaan juga memburuk secara signifikan, dengan lebih dari 40% melaporkan pendapatan di bawah tekanan yang cukup besar atau bahkan menghadapi ancaman terhadap kelangsungan hidup mereka, dibandingkan dengan sekitar 25% pada tahun 2023.
Yang sangat mengkhawatirkan adalah tren relokasi produksi. Lebih dari seperlima perusahaan di industri karet berencana memindahkan produksi keluar dari Jerman pada tahun 2025. Klein menggambarkan situasi saat ini sebagai "tanda peringatan yang jelas" bagi industri tersebut.
Survei tersebut mengidentifikasi lima tantangan utama bagi produsen karet: permintaan yang lemah, tekanan regulasi, biaya energi yang tinggi, persyaratan keberlanjutan, dan kondisi lokasi produksi. Dari kelima tantangan tersebut, beban regulasi tampaknya menjadi perhatian utama, dengan 90% perusahaan melaporkan peningkatan prosedur administratif karena gelombang peraturan baru. Sejak 2019, Jerman telah memberlakukan 13.000 undang-undang baru, yang menurut para pemimpin industri telah memberikan beban yang signifikan bagi bisnis.
Pasar domestik
Di dalam negeri, beberapa perusahaan masih mempertahankan harga karet yang stabil. Secara khusus, Perusahaan Karet Phu Rieng mempertahankan harga pembelian lateks campuran sebesar 400 VND/DRC dan lateks cair sebesar 440 VND/TSC.
Di Perusahaan Karet Ba Ria, harga pembelian lateks cair adalah 462 VND/derajat TSC/kg (berlaku untuk derajat TSC dari 25 hingga di bawah 30); lateks koagulasi DRC (35 - 44%) adalah 13.600 VND/kg; lateks mentah berkisar antara 16.900 - 18.200 VND/kg.
Sementara itu, Perusahaan Karet Mang Yang menetapkan harga pembelian lateks cair berkisar antara 415 - 420 VND/TSC (grade 2-grade 1), dan lateks koagulasi campuran berkisar antara 378 - 430 VND/DRC (grade 2-grade 1). Harga pembelian ini berlaku efektif mulai 15 April 2025.
Sumber: https://baodaknong.vn/gia-cao-su-hom-nay-4-5-ket-thuc-mot-tuan-khoi-sac-251381.html






Komentar (0)