Yamal belajar bagaimana menyeimbangkan antara bermain sepak bola dan menikmati hidup. |
Dalam sebuah wawancara dengan ESPN , Yamal berbagi bahwa dia tidak membiarkan dirinya terjebak dalam pengawasan, ekspektasi, atau video analitis yang tak berujung. Sebaliknya, pemain sayap Barcelona itu mencoba untuk hidup seperti remaja normal ketika dia tidak sedang berlatih.
"Saya melakukan apa yang biasanya dilakukan oleh remaja berusia 18 tahun: bergaul dengan teman-teman, menjaga adik laki-laki saya, bermain PlayStation, dan berjalan-jalan. Saya tidak ingin menghabiskan sepanjang hari memikirkan sepak bola," kata Yamal.
Menurut pemain muda berbakat ini, tidak terobsesi dengan lawan atau terus-menerus menganalisis situasi membantu Yamal tetap tenang. "Saat berada di lapangan, saya memberikan yang terbaik. Tetapi ketika meninggalkan lapangan, saya melakukan hal yang sama: saya melepaskan diri dari sepak bola sebisa mungkin," tegas Yamal.
Faktanya, Yamal telah banyak berubah secara bertahap. Musim lalu, talenta muda Barcelona ini sering memposting status atau gambar emosional, bahkan terkadang menantang lawan, di media sosial sebelum pertandingan.
Namun, baru-baru ini Yamal memilih pendekatan yang sepenuhnya berlawanan. Alih-alih mengaduk opini publik dengan unggahan-unggahannya yang biasa, pemain kelahiran 2007 ini justru memilih diam sebelum pertandingan.
Musim ini, Yamal terus memainkan peran penting dalam serangan Barcelona, mencetak 15 gol dalam 30 penampilan. Setelah sempat mengalami masalah pangkal paha, Yamal kembali dengan keseimbangan yang jarang terlihat pada seorang remaja.
Sumber: https://znews.vn/khac-biet-cua-yamal-post1626959.html







Komentar (0)