Untuk mengembangkan 5G, operator di seluruh dunia harus fokus pada empat elemen kunci: jaringan berkualitas tinggi, model bisnis yang beragam, layanan baru, dan generasi AI untuk memanfaatkan peluang ini…
Pada konferensi “5G Beyond Growth – Breaking Through Growth with 5G” yang diselenggarakan oleh Huawei dalam kerangka Mobile World Congress (MWC) 2024, Bapak Li Peng, Wakil Presiden Senior dan Presiden Grup Bisnis dan Layanan TIK Huawei, berbagi wawasan tentang bagaimana operator dapat mencapai kesuksesan bisnis dengan 5G, serta bagaimana 5.5G akan terus membuka potensi dan menciptakan peluang pertumbuhan baru.
Pada akhir tahun 2023, lebih dari 300 jaringan 5G komersial telah diterapkan di seluruh dunia. Pertumbuhan 5G tujuh kali lebih cepat daripada 4G selama periode yang sama. Uji coba tahun 2023 yang dilakukan oleh organisasi terkemuka di kota-kota utama di Jerman, Austria, dan Belanda menunjukkan bahwa operator yang menggunakan solusi Huawei mendapat peringkat tinggi untuk pengalaman jaringan. Huawei juga telah berkolaborasi dengan banyak operator global terkemuka dan mitra industri untuk menemukan solusi baru guna memenuhi persyaratan yang semakin menuntut untuk aplikasi dan skenario 5.5G.
Berbicara di konferensi “5G Beyond Growth – Breaking Through Growth with 5G”, Bapak Li Peng menyatakan: “5G berada di jalur yang tepat untuk mencapai kesuksesan bisnis. Lima tahun setelah peluncuran komersialnya pada tahun 2019, lebih dari 1,5 miliar orang menggunakan jaringan 5G, sementara 4G membutuhkan waktu 9 tahun untuk mencapai hal ini. Saat ini, 20% pelanggan seluler di seluruh dunia menggunakan 5G, menghasilkan 30% dari total lalu lintas seluler dan menyumbang hingga 40% dari pendapatan layanan seluler. Lebih lanjut, 5.5G diperkirakan akan melanjutkan lintasan komersialisasinya hingga tahun 2024; dan dengan kombinasi 5.5G, AI, dan Cloud, operator dapat membuka potensi aplikasi baru.”
Informasi dari konferensi ini menunjukkan bahwa pengguna seluler kini bersedia membeli peningkatan paket seluler untuk meningkatkan pengalaman mereka jika kualitas jaringannya tinggi. Lalu lintas diperkirakan akan meningkat secara signifikan, memungkinkan operator untuk memaksimalkan nilai. Hal ini telah menyebabkan semakin banyak operator menetapkan tujuan strategis dalam membangun jaringan 5G berkualitas tinggi.
Beberapa operator di Timur Tengah telah menerapkan jaringan Massive MIMO, memberikan pengalaman yang optimal dan mendorong keberhasilan peluncuran 5G FWA. Hingga saat ini, 5G FWA telah menghubungkan hampir 3 juta rumah tangga, menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan yang kuat bagi operator.
Lebih dari 20% operator 5G global telah mengadopsi model penetapan harga kecepatan bertingkat. Sebuah operator Thailand baru-baru ini meluncurkan add-on 5G Boost Mode, yang memungkinkan pelanggan untuk memilih berbagai tingkat kecepatan untuk memenuhi kebutuhan individu, sekaligus meningkatkan ARPU (Pendapatan Rata-Rata Per Pengguna) operator sekitar 23%. Operator Tiongkok lainnya mempopulerkan paket uplink terjamin, yang memberikan pengalaman lancar dan komitmen resolusi tinggi untuk para livestreamer, sekaligus meningkatkan ARPU operator lebih dari 70%...
BINH LAM
Sumber






Komentar (0)