Trenggiling berbulu halus hanya berukuran 15-20 cm, sebagian besar hidup di pepohonan, aktif di malam hari, dan dapat mendeteksi sarang semut berkat indra penciumannya yang tajam.
Báo Khoa học và Đời sống•23/01/2026
Trenggiling terkecil di dunia . Trenggiling berbulu halus berukuran sangat kecil, dengan panjang tubuh hanya sekitar 15–20 cm dan berat kurang dari 500 gram, jauh lebih kecil daripada trenggiling raksasa di Amerika Selatan. Foto: Pinterest. Bulunya lembut dan halus. Bulu yang tebal, halus, dan mengkilap membuat Cyclopes didactylus terlihat seperti mainan berbulu, sekaligus memberikan kamuflase sempurna di antara ranting-ranting yang tertutup lumut dan dedaunan kering di hutan hujan tropis. Foto: Pinterest.
Gaya hidup sepenuhnya di atas pohon. Tidak seperti banyak trenggiling lainnya, spesies ini hampir tidak pernah turun ke tanah, menghabiskan seluruh hidupnya di kanopi hutan, tidur, mencari makan, dan bergerak di antara cabang-cabang tinggi. Foto: Pinterest. Hewan nokturnal. Trenggiling berbulu halus adalah hewan nokturnal yang khas, meringkuk dan tidur dengan tenang di siang hari, hanya bergerak perlahan di malam hari untuk mencari semut dan rayap, yang membantunya menghindari banyak predator. Foto: Pinterest.
Dua cakar yang khas. Nama ilmiah "didactylus" (dua jari) berasal dari ciri khas dua cakar besar dan sangat tajam pada tungkai depan, yang digunakan untuk merobek sarang semut, berpegangan pada ranting, dan membela diri saat terancam. Foto: Pinterest. Penglihatan buruk tetapi indra penciuman yang tajam. Cyclopes didactylus memiliki mata kecil dan penglihatan terbatas, tetapi indra penciumannya sangat berkembang, memungkinkan mereka untuk mendeteksi sarang serangga yang tersembunyi jauh di dalam kulit pohon atau dedaunan yang membusuk. Foto: Pinterest. Pola makan mereka sangat khusus. Makanan mereka hampir seluruhnya terdiri dari semut arboreal, yang mereka kumpulkan menggunakan lidah mereka yang panjang, tipis, dan lengket, memungkinkan mereka mencari makan tanpa menghancurkan sarang semut sepenuhnya. (Gambar: Pinterest)
Sulit diamati di alam liar. Karena ukurannya yang kecil, warna bulu yang menyerupai kamuflase, dan kebiasaan nokturnal, trenggiling berbulu halus jarang ditemui manusia. Banyak aspek biologi spesies ini masih menjadi misteri. Foto: Pinterest. Kami mengundang pembaca untuk menonton video : Hidup Bersama Serigala / VTV2
Komentar (0)