
Diselenggarakan oleh PAEC (Asosiasi Proyek dan Pertukaran Budaya dan Seni), acara ini bertujuan untuk memperkuat hubungan dan merayakan keragaman kreatif antara kedua bentuk seni tersebut.
Pameran ini menampilkan berbagai bentuk seni seperti lukisan, fotografi, patung, dan instalasi, menciptakan ruang interaksi yang dinamis dan beragam.
Sementara seniman Vietnam menghadirkan karya-karya yang berakar kuat dalam tradisi melalui seni pernis dan sutra, yang mengambil inspirasi dari manusia dan kehidupan, seniman Prancis dan internasional mengekspresikan semangat kebebasan dan spontanitas melalui seni abstrak dan kontemporer. Perpaduan ini menciptakan "dialog tanpa kata" antara Timur dan Barat, tradisi dan modernitas.

Daya tarik utama pameran ini terletak pada kekayaan material yang digunakan, mulai dari cat minyak dan akrilik hingga pernis dan sutra; serta penataan karya seni yang saling terkait, yang membimbing para pengunjung melalui berbagai macam emosi.
Selain pameran, PAEC juga menyelenggarakan program pertukaran seperti demonstrasi teknik pernis tradisional dan lokakarya tentang sutra antara seniman dari kedua negara, yang berkontribusi pada peningkatan pertukaran profesional.

Lebih dari sekadar pameran, "Vietnam-France Meeting 2026" juga mewakili upaya untuk membangun komunitas seni yang terhubung dan berkelanjutan, membuka peluang bagi seniman muda untuk mengakses lingkungan internasional, sekaligus mendekatkan seni kepada publik.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/khi-nghe-thuat-khong-co-bien-gioi-post843274.html








Komentar (0)