Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Ketika robot menjadi asisten perawat

Người Lao ĐộngNgười Lao Động19/07/2023


Sebagai contoh, di Rumah Sakit Umum Changi (CGH), sebuah robot melakukan 16 kali pengiriman obat per hari, menghemat waktu perawat hingga dua jam sehari dan memberi mereka lebih banyak waktu untuk pasien.

Robot lainnya bertugas memandu pasien ke berbagai area di departemen gawat darurat, membantu mengurangi beban kerja perawat di area ini.

Robot ketiga beroperasi di area tunggu, menyediakan barang-barang penting bagi pasien seperti selimut, sehingga staf dapat lebih fokus membantu pasien dengan prosedur administratif.

Khi robot làm trợ lý điều dưỡng - Ảnh 1.

Sebuah robot membantu pasien di Rumah Sakit Umum Changi di Singapura. (Foto: Rumah Sakit Umum Changi)

Menurut Channel NewsAsia (Singapura) pada 18 Juli, robot-robot ini merupakan bagian dari uji coba yang dilakukan oleh CGH yang akan berlangsung hingga Agustus. Pihak rumah sakit sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan robot guna melakukan lebih banyak tugas di lebih banyak departemen dan bangsal.

Sementara itu, Rumah Sakit Tan Tock Seng (TTSH) telah mengoperasikan area pemeriksaan dan perawatan medis pintar, dengan menerapkan beberapa perangkat untuk membuat pekerjaan lebih efisien. Misalnya, perangkat yang diaktifkan dengan suara membantu dokter dan perawat untuk saling memperbarui informasi dengan cepat tanpa menggunakan ponsel mereka.

Perawat cukup menyebutkan nama dokter yang ingin mereka hubungi, dan perangkat akan menghubungkan mereka. Selain itu, perangkat ini dilengkapi dengan kamera untuk memindai barang-barang seperti obat-obatan atau perban, memungkinkan dokter untuk dengan cepat menilai situasi dan memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya terhadap pasien.

Perangkat ini adalah salah satu dari 20 teknologi yang diuji di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Nasional (TTSH) sejak tahun 2022. Teknologi penting lainnya adalah tempat tidur yang dapat berputar sendiri yang memungkinkan pasien untuk berbalik hanya dengan menekan sebuah tombol, yang dapat diterapkan pada pasien yang terbaring di tempat tidur dan membutuhkan bantuan untuk berbalik setiap dua jam untuk mencegah luka tekan, sehingga menghemat banyak tenaga perawat.

Sistem pemantauan pasien juga telah dipasang di semua area tempat tidur tunggal dan isolasi, yang memberi tahu perawat secara langsung ketika pasien bermaksud meninggalkan tempat tidurnya.

Keefe Tan, yang memimpin fasilitas perawatan kesehatan pintar tersebut, mengatakan bahwa rumah sakit ingin menggunakan teknologi dan kecerdasan buatan untuk membantu meningkatkan kualitas perawatan pasien. Hal ini sangat diperlukan mengingat meningkatnya beban kerja dan tantangan yang dihadapi oleh para pekerja kesehatan .

TTSH berencana untuk mereplikasi 14 inisiatif di departemen lain dan menguji 20 inisiatif lainnya selama dua tahun ke depan, dengan mencatat bahwa teknologi baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi.



Sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk