
Selama Pekan Promosi Budaya, Pariwisata , dan Perdagangan baru-baru ini dalam kerangka Festival Musim Semi Con Son - Kiet Bac 2026, stan kue kacang hijau menarik banyak pengunjung. Banyak yang berhenti tidak hanya untuk membeli kue tetapi juga untuk mendengarkan cerita tentang sejarah desa kerajinan, tentang kacang hijau dari tanah aluvial, dan bagaimana para pengrajin telah melestarikan rahasia pembuatan kue dari generasi ke generasi.
Hal ini menunjukkan bahwa, dalam konteks persaingan yang semakin ketat, di mana kualitas dan desain secara bertahap menjadi persyaratan minimum, faktor pembeda barang terletak pada nilai-nilai tak berwujud. Nilai-nilai tersebut adalah kisah budaya, sejarah, dan identitas regional. Dengan program One Commune One Product (OCOP), "kisah produk" bukan hanya sekadar pengantar tetapi menjadi elemen penting dalam membantu produk memenangkan hati pelanggan.
Produk OCOP, jika hanya menawarkan kualitas yang baik dan kemasan yang menarik, mungkin dapat memenuhi kebutuhan pembelian langsung. Namun, ketika produk tersebut ditempatkan dalam cerita spesifik, yang terkait dengan sumber bahan baku, kerajinan tradisional, dan orang-orang yang memproduksinya, nilainya meningkat secara signifikan. Pada titik itu, konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli emosi, kepercayaan, dan rasa ingin tahu tentang wilayah asal produk tersebut.
Kisah cacing lumpur Vĩnh Thuận adalah contoh utamanya. Dari lahan aluvial di sepanjang sungai Luộc dan Thái Bình, penduduk setempat telah mengembangkan industri panen cacing lumpur musiman, sebuah profesi yang sepenuhnya bergantung pada hukum alam dan pengalaman para pemanennya.
Saat Festival Rươi di komune Vĩnh Thuận diadakan, produk-produk OCOP yang terbuat dari rươi (sejenis cacing) bukan lagi sekadar makanan khas musiman, tetapi menjadi daya tarik budaya setempat. Pengunjung festival tidak hanya membeli kue rươi atau saus ikan rươi, tetapi mereka juga ingin mendengar cerita tentang musim rươi, tentang malam-malam ketika air pasang, dan tentang bagaimana penduduk setempat memasang perangkap dan menangkap rươi. Kisah-kisah sederhana inilah yang membuat makanan khas lokal ini lebih dikenal dan mudah diingat.
Di Hai Phong , program OCOP telah mencapai banyak hasil positif dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, kota ini memiliki lebih dari 900 produk OCOP. Dari jumlah tersebut, 8 produk telah diakui sebagai produk OCOP bintang 5, sedangkan sisanya adalah bintang 4 dan bintang 3. Produk-produk OCOP kota ini beragam dalam kategori produk, kaya akan desain, dan memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan.
Fakta bahwa "kisah produk" menyumbang 10 dari 100 poin dalam kriteria evaluasi dan pemeringkatan merupakan pilihan yang beralasan. Hal ini menunjukkan bahwa produk OCOP tidak hanya dilihat sebagai jenis komoditas, tetapi juga sebagai representasi nilai-nilai budaya dari setiap daerah.
Faktanya, selama evaluasi, banyak bisnis dan koperasi berinvestasi besar-besaran dalam membangun narasi produk mereka. Mulai dari dokumentasi sejarah desa kerajinan dan proses pembentukan area bahan baku hingga pesan yang ingin mereka sampaikan kepada konsumen, semuanya dipersiapkan dengan cermat.
Produk dengan cerita yang jelas dan autentik cenderung memberikan kesan yang kuat pada dewan peninjau dan pelanggan.
Yang lebih penting lagi, ketika suatu produk memiliki cerita yang menarik, potensi jangkauan pasarnya akan lebih besar. Di era media sosial yang berkembang pesat, produk yang terkait dengan cerita yang mudah diingat dan dibagikan seringkali lebih sering disebutkan oleh konsumen.
Di luar nilai komersialnya, kisah produk OCOP juga membuka jalan baru bagi pengembangan wisata pertanian dan wisata pengalaman. Ketika pelanggan ingin melihat langsung tempat produk dibuat, permintaan untuk mengunjungi daerah penghasil bahan baku, desa pengrajin, dan proses produksi akan muncul. Dari situ, produk OCOP dapat menjadi jembatan yang menghubungkan wisatawan dengan daerah setempat.
Banyak tempat mulai mengeksplorasi pendekatan ini dengan menggabungkan penjualan produk dengan kegiatan berbasis pengalaman seperti tur pertanian, mempelajari prosedur pengolahan, dan menikmati makanan khas lokal di tempat. Dengan cara ini, nilai ekonomi tidak hanya berasal dari produk tetapi juga dari layanan pariwisata yang menyertainya.
Jelaslah, "kisah produk" OCOP bukan lagi elemen pendukung, tetapi telah menjadi bagian integral dari nilai produk – nilai yang dapat terhubung dengan pelanggan secara emosional.
HAI MINHSumber: https://baohaiphong.vn/khi-san-pham-ocop-biet-ke-chuyen-538269.html







