
Shakira akan membuka Piala Dunia 2026 - Foto: Reuters
Ketika Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi mengumumkan program untuk upacara pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca di Mexico City, para penggemar tidak hanya menerima informasi tentang pertandingan pembukaan antara Meksiko dan Afrika Selatan, tetapi juga menantikan sebuah acara hiburan besar.
Upacara pembukaan akan berlangsung pada pukul 11:30 pagi tanggal 11 Juni 2026 (waktu setempat). FIFA menyatakan bahwa acara tersebut akan berlangsung sekitar 45 menit dan akan menampilkan sejumlah artis terkenal dunia.
Shakira, yang mengukir namanya dengan "Waka Waka" di Piala Dunia 2010, akan kembali ke panggung Piala Dunia bersama Burna Boy untuk membawakan lagu resmi turnamen tersebut. Bersamanya akan tampil J Balvin, Tyla, Alejandro Fernández, Belinda, Danny Ocean, Lila Downs, Los Ángeles Azules, dan band rock Maná. Deretan artis yang bahkan akan membuat iri banyak upacara penghargaan musik internasional.
Selama beberapa dekade, upacara pembukaan Piala Dunia biasanya hanya berlangsung beberapa puluh menit, menampilkan pertunjukan yang memamerkan simbol budaya negara tuan rumah. Tetapi FIFA membangun Piala Dunia 2026 dengan cara yang sama sekali berbeda.
Banyak pakar media percaya bahwa ini adalah Piala Dunia yang paling kental nuansa Amerikanya dalam sejarah. Alih-alih hanya berfokus pada sepak bola, FIFA mencoba mengubah turnamen ini menjadi produk hiburan global, mirip dengan cara Amerika membangun Super Bowl, di mana pertunjukannya terkadang mendapat perhatian yang sama besarnya dengan pertandingan itu sendiri.
Ini bukan hanya upacara pembukaan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, FIFA mengkonfirmasi bahwa final akan menampilkan pertunjukan di jeda babak. Konsep ini sudah familiar bagi penggemar olahraga Amerika, tetapi belum pernah muncul dalam sejarah Piala Dunia yang lebih dari 90 tahun.
Selain itu, FIFA dan kota-kota tuan rumah sedang mempersiapkan puluhan zona Festival Penggemar FIFA di seluruh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Ruang-ruang ini akan menggabungkan menonton sepak bola, pertunjukan musik langsung, aktivitas interaktif, pameran, permainan video, dan pengalaman teknologi.
Di banyak kota penyelenggara, penggemar tanpa tiket stadion masih dapat berpartisipasi dalam festival yang berlangsung dari pagi hingga malam, menampung puluhan ribu orang setiap harinya.
Pesta teknologi
Jika hiburan adalah salah satu daya tarik utama, maka teknologi diharapkan menjadi faktor pembeda untuk Piala Dunia 2026.
Turnamen ini akan berlangsung di beberapa stadion paling modern di dunia. Stadion SoFi di Los Angeles memiliki layar raksasa yang terpasang di dinding berbentuk cincin dengan panjang lebih dari 1.000 meter, yang dianggap sebagai salah satu sistem tampilan olahraga paling mengesankan di planet ini.
Stadion AT&T di Texas terkenal dengan layar tengahnya yang besar dan terlihat dari setiap kursi di tribun. Sementara itu, Stadion MetLife – tempat penyelenggaraan final – sedang menjalani peningkatan signifikan untuk memenuhi standar teknologi terbaru FIFA.
Di banyak tempat, penggemar akan menggunakan tiket elektronik sepenuhnya, yang menggabungkan teknologi pengenalan wajah dan platform seluler untuk mengurangi waktu antrean dan meningkatkan keamanan.
FIFA juga meningkatkan penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam pengoperasian turnamen. AI digunakan untuk menganalisis data penonton, memprediksi arus penonton, mengoptimalkan langkah-langkah keamanan, dan mendukung penyediaan informasi secara real-time kepada penggemar.
Di aplikasi resmi turnamen, pemirsa dapat mengakses berbagai fitur yang dipersonalisasi seperti statistik langsung, sudut kamera tambahan, konten yang disesuaikan dengan preferensi mereka, dan pengalaman interaktif yang didukung AI.
Selain itu, teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) diperkirakan akan lebih banyak digunakan daripada di Piala Dunia sebelumnya. Beberapa mitra komersial FIFA sedang mengembangkan produk yang memungkinkan penggemar untuk merasakan suasana stadion, mengunjungi area belakang panggung, atau berinteraksi dengan konten digital langsung di ponsel pintar mereka.
Para penyiar juga bersiap untuk peningkatan kualitas siaran yang signifikan. Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi ajang olahraga dengan jumlah konten digital terbesar yang pernah ada, dengan ribuan jam siaran langsung, jutaan video pendek, dan interaksi besar-besaran di platform media sosial. FIFA memperkirakan turnamen ini akan menjangkau sekitar 6 miliar orang di seluruh dunia melalui televisi dan platform digital.
Mulai dari upacara pembukaan yang menampilkan sederetan superstar musik, pertunjukan paruh waktu di final, festival penggemar berskala besar, hingga aplikasi teknologi tercanggih, Piala Dunia 2026 dibentuk sebagai lebih dari sekadar turnamen sepak bola.
Ambisinya adalah untuk mengubah ajang olahraga terbesar di planet ini menjadi festival hiburan dan teknologi global, di mana sepak bola tetap menjadi pusat perhatian tetapi bukan lagi satu-satunya elemen di panggung utama.
Kembali ke topik
HUY DANG
Sumber: https://tuoitre.vn/khi-world-cup-la-sieu-giai-tri-20260610091051882.htm