Tet, atau Tahun Baru Imlek, telah lama dikenal sebagai "reuni"—istilah yang membangkitkan kehangatan, seolah-olah musim semi lahir untuk memperbaiki semua kesenjangan di antara orang-orang. Di tengah mekarnya bunga aprikot keemasan, tawa riang, dan harapan untuk tahun baru yang damai, Tet tampak sebagai waktu terindah dalam setahun. Namun, di balik pemandangan musim semi yang semarak ini, ada mereka yang menyambut Tet dengan tenang tetapi dengan pengorbanan yang sangat besar…

Tidak semua orang berkesempatan mengalami Tahun Baru Imlek yang sesungguhnya, penuh dengan kebersamaan dan istirahat. Bagi sebagian orang, liburan ini terasa seperti kekosongan yang panjang, di mana waktu seolah melambat. Di tengah malam, saat kembang api menerangi langit dan keluarga berkumpul di sekitar hidangan hangat, di luar sana, masih ada orang-orang yang dengan tenang melanjutkan kehidupan mereka.

Petugas kebersihan jalanan membungkuk rendah di jalanan yang berkabut, setiap sapuan lembutnya bergema di udara yang tenang, membersihkan sisa-sisa tahun lama agar jalanan dapat dibersihkan dan siap menyambut tahun baru. Di rumah sakit, lampu putih tetap menyala, dokter dan perawat menyambut musim semi dengan irama detak jantung pasien, dengan giliran kerja yang tampaknya tak berujung. Di jalanan yang kurang ramai, para pengemudi diam-diam melakukan perjalanan terakhir mereka tahun ini, mengantar orang lain kembali ke keluarga mereka, sementara mereka sendiri melanjutkan perjalanan mereka dalam diam. Bagi mereka, Tet (Tahun Baru Imlek) bukanlah momen istirahat, tetapi kelanjutan tanggung jawab, pengorbanan diam-diam untuk kebaikan bersama.

Sebagian orang dengan penuh semangat menghitung mundur menuju tahun baru, sementara yang lain dengan tenang menghabiskan setiap jam dalam kesendirian. Namun, di balik keheningan ini tersembunyi nilai-nilai yang indah. Merekalah yang diam-diam memastikan bahwa perayaan Tet orang lain berjalan lancar, bahwa masyarakat terus berfungsi, bahwa kehidupan terlindungi, bahwa jalanan bersih, dan bahwa perjalanan reuni dapat dimulai tepat waktu... Mereka tidak muncul dalam foto-foto pertemuan keluarga, tetapi kehadiran mereka yang tenang adalah fondasi bagi kebahagiaan begitu banyak orang lain.
Tet (Tahun Baru Imlek Vietnam) baru benar-benar bermakna ketika orang-orang tidak hanya menikmati perayaannya sendiri, tetapi juga mengenali momen-momen tenang di balik hiruk pikuknya. Ketika kita memahami dan menghargai mereka yang "berjaga" selama Tet, musim semi tidak lagi menjadi kegembiraan bagi satu orang saja, tetapi menjadi kehangatan bersama bagi seluruh komunitas. Mungkin, musim semi baru benar-benar dimulai ketika hati terbuka untuk cinta, kasih sayang, dan berbagi…
Sumber: https://baohatinh.vn/khoang-lang-giua-mua-xuan-post305915.html






Komentar (0)