![]() |
Vitinha belum memenuhi ekspektasi di Piala Dunia 2026. Foto: Reuters . |
Dalam ketiga pertandingan babak penyisihan grup, Vitinha selalu dimasukkan dalam susunan pemain inti oleh pelatih Roberto Martínez, bermain selama total 250 menit. Namun, gelandang berusia 26 tahun itu hampir tidak memberikan dampak yang diharapkan. Penampilannya yang kurang memuaskan juga mencerminkan kondisi lesu tim nasional Portugal, yang finis di posisi kedua grup di belakang Kolombia dan menerima banyak kritik karena gaya permainan mereka yang kurang meyakinkan.
Para ahli percaya bahwa alasan utamanya berasal dari perbedaan pendekatan taktis antara tim nasional Portugal dan PSG. Di klub Prancis tersebut, Vitinha memaksimalkan kemampuannya untuk mengatur permainan, mengontrol tempo, dan menciptakan peluang saat bermain bersama Fabian Ruiz dan Joao Neves. Trio ini dianggap sebagai salah satu duet lini tengah paling efektif di Eropa musim lalu.
Sebaliknya, di level tim nasional, Vitinha hampir seperti bayangan dari dirinya yang dulu. Meskipun ia masih bermain bersama Neves dan gelandang lain yang sedang dalam performa terbaik, Bruno Fernandes , pengaruh Vitinha belum benar-benar terlihat.
![]() |
Vitinha belum memberikan dampak yang signifikan. Foto: Reuters . |
Statistik tersebut juga secara jelas mencerminkan penurunan performa gelandang kelahiran tahun 2000 ini. Rating rata-ratanya di Piala Dunia hanya 6,8, jauh lebih rendah daripada 7,7 yang ia terima saat bermain untuk PSG musim ini.
Setelah tiga pertandingan, Vitinha hanya menciptakan 2 peluang, memenangkan 5 duel, menyelesaikan 281 operan, menciptakan 54 situasi pressing, dan memaksa lawan kehilangan penguasaan bola sebanyak 9 kali. Sebagian besar statistik ini lebih rendah daripada saat Piala Dunia 2022 di Qatar.
Setelah finis di posisi kedua grup, Portugal akan menghadapi Kroasia di babak 32 besar. Jika menang, mereka kemungkinan akan menghadapi Spanyol di babak selanjutnya.
Pelatih Martinez mengakui bahwa timnya kesulitan mengendalikan permainan dan beradaptasi dengan kondisi lapangan di Piala Dunia 2026. Dalam konteks itu, menyoroti peran Vitinha sangat penting jika Portugal ingin bersaing memperebutkan gelar juara.
Sumber: https://znews.vn/khong-con-nhan-ra-vitinha-post1665321.html


























































