Setiap musim semi, ketika hutan-hutan di Vietnam Barat Laut bermekaran dengan bunga bauhinia putih dan kabut tipis masih menyelimuti lereng gunung, desa-desa dipenuhi dengan semangat musim perayaan. Suara seruling bambu bergema di seluruh negeri seperti panggilan musim, panggilan bagi para kekasih, membangkitkan kegembiraan hidup dan harapan akan awal yang baru. Dari ruang budaya yang kaya ini, lagu "Suara Seruling Bambu di Musim Semi" lahir sebagai simfoni yang cerah, membawa napas pegunungan dan hutan serta semangat optimis dan ketahanan abadi dari penciptanya, komposer Hoang Ngoc Chan.

Bagi komposer Hoang Ngoc Chan, musim semi di Vietnam Barat Laut indah bukan hanya karena pemandangan alamnya, tetapi juga karena kekayaan kehidupan spiritual masyarakat etnisnya. Oleh karena itu, ketika menggubah "Suara Seruling di Musim Semi," ia tidak hanya menciptakan kembali suasana musim semi yang semarak, tetapi juga menyampaikan semangat kebersamaan dan kegembiraan hidup yang begitu khas dari masyarakat dataran tinggi.
Lagu ini dibangun di atas musik rakyat Vietnam Barat Laut, terutama menampilkan melodi kelompok etnis Thai, yang secara fleksibel dikombinasikan dengan beberapa melodi khas suku H'Mong. Melodi yang sederhana dan ritme yang anggun dengan jelas menciptakan kembali suasana festival musim semi di dataran tinggi: suara gong yang berirama, rok yang mengembang riang, anggur yang memabukkan, dan janji cinta yang tulus.
Mengenai latar belakang terciptanya lagu tersebut, sang komposer mengatakan bahwa "The Sound of the Flute in Spring" terinspirasi oleh kegiatan rekreasi musim semi yang sangat biasa bersama keluarganya.
Komposer Ngoc Chan berbagi: "Selama perjalanan saya melalui desa-desa di Vietnam Barat Laut pada awal tahun, saya tenggelam dalam festival tradisional kelompok etnis Tay, Thai, Mong, dan Dao… Setiap festival memiliki karakter uniknya sendiri, tetapi semuanya memiliki kesamaan dalam hal semangat dan kehangatan. Aktivitas yang familiar seperti melempar 'con' (sejenis bola) dan bekerja di ladang… meninggalkan kesan mendalam pada saya, menjadi bahan emosional untuk menciptakan lagu."
Melalui karya ini, sang musisi ingin memperkenalkan musim semi yang sangat unik di Vietnam Barat Laut, sekaligus menyampaikan pesan kepada para wisatawan: datanglah ke Vietnam Barat Laut di musim semi sekali untuk sepenuhnya menghargai keindahan daratan dan langit, festival-festival, dan orang-orang sederhana serta tulus di dataran tinggi.
Di balik melodi yang semarak dan riang dari "Suara Seruling Musim Semi" tersembunyi kisah hidup sang komposer yang penuh tantangan. Lahir pada tahun 1986 di tanah Luc Yen yang kaya akan mutiara, musisi Hoang Ngoc Chan menderita anemia hemolitik bawaan sejak kecil. Masa kecilnya diwarnai dengan rumah sakit, transfusi darah, dan perawatan dialisis untuk mempertahankan hidupnya. Selama hampir empat dekade, hidupnya telah diperpanjang oleh "tetesan kebaikan hati" dari para donor darah sukarela.

Dan musiklah yang menjadi jangkar spiritualnya, membantunya mengatasi hari-hari yang menyakitkan dan penuh rasa minder. Kecintaannya pada seni dipupuk sejak dini, ketika ia mengikuti ayahnya ke belakang panggung. Ayahnya – seorang mantan seniman di kelompok seni pertunjukan Wilayah Militer Barat Laut – adalah orang yang menanamkan dalam dirinya kecintaan pada musik, semangat pengabdian, dan keyakinan pada nilai seni.
Seiring kesehatannya berangsur stabil, Hoang Ngoc Chan mulai mencoba menulis lagu. Lagu-lagunya tentang tanah kelahirannya dan wilayah Barat Laut secara bertahap membentuk gaya musiknya sendiri yang unik, berakar kuat dalam musik rakyat kontemporer dan mencerminkan identitas budaya dataran tinggi.
"The Spring Flute" adalah salah satu karya representatif, sebuah puncak dari pengalaman hidup, pengalaman budaya, dan pengalaman artistik dari musisi yang tangguh ini.
Lagu ini tidak hanya menyentuh emosi para pendengar, tetapi juga mendapat pujian tinggi dari para ahli. Musisi Nguyen Ha Thanh - Ketua cabang Asosiasi Musisi Vietnam di provinsi Lao Cai , mengatakan bahwa ini adalah karya dengan struktur yang jelas, menggunakan unsur-unsur rakyat secara tepat dan alami dalam mengekspresikan semangat budaya daerah.
Komposer Nguyen Ha Thanh menyatakan: "Aspek yang patut diperhatikan dari lagu ini terletak pada pendekatan sang penulis yang penuh hormat dan berpengetahuan luas terhadap musik rakyat Vietnam Barat Laut, sekaligus menunjukkan sikap serius, sopan, dan tulus terhadap kehidupan dan pekerjaan."

Di samping karya seninya yang terus-menerus, Hoang Ngoc Chan secara bertahap mengukuhkan posisinya dengan banyak karya yang memenangkan penghargaan baik di tingkat nasional maupun lokal. Contoh yang menonjol antara lain: "The Promise of the Northwest" yang memenangkan hadiah B di Penghargaan Asosiasi Musisi Vietnam pada Festival Musik Nasional 2024; "Homeland's Xoe Dance" yang memenangkan hadiah B di Penghargaan Sastra dan Seni Provinsi Yen Bai 2023… "The Sound of the Flute in Spring" dianugerahi hadiah C di Penghargaan Asosiasi Musisi Vietnam 2025, menandai langkah maju yang signifikan dalam perjalanan kreatifnya.

Penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas karya individu, tetapi juga bukti pengembangan profesional yang serius dan berkelanjutan dari seorang musisi yang sangat berkomitmen pada musik rakyat kontemporer dan budaya asli.
Oleh karena itu, "The Spring Flute" bukan hanya lagu tentang musim semi di tanah air, tetapi juga musim semi dari sang musisi itu sendiri - musim semi iman, ketahanan, dan aspirasi untuk hidup sepenuhnya dengan seni.
Sumber: https://baolaocai.vn/khuc-nhac-goi-xuan-ve-post893122.html







Komentar (0)