| Pak Le Son Hai menyeduh teh dengan aroma bunga lotus. |
Pada tahun 2015, Le Son Hai mengambil alih dan mulai mengelola perkebunan teh keluarganya, yang luasnya lebih dari 1 hektar. Ia mencurahkan seluruh upayanya untuk mengubah metode pertanian dari tradisional menjadi organik, sebuah pilihan yang menantang mengingat kesulitan yang tak terduga yang disebabkan oleh hama, kondisi tanah, dan bahkan cuaca.
Ada kalanya perkebunan teh hampir hancur total akibat hama. Ada juga saat-saat ketika penyakit jamur menyerang, dan dalam kasus lain, daun-daun menguning secara massal. Lebih dari sekali, ia berdiri diam di tengah semak teh yang ditanam jarang, bertanya-tanya apakah jalan yang dipilihnya adalah jalan yang benar.
Namun, alih-alih menyerah, Hai memilih kesabaran. Ia mempelajari teknik pertanian organik, menciptakan beragam vegetasi untuk memperbaiki tanah dan meningkatkan daya tahan alami tanaman. Setelah bertahun-tahun berusaha, tanah menjadi lebih berpori, mikroorganisme menjadi lebih aktif, dan kebun teh secara bertahap pulih. Tunas teh mulai tumbuh merata dan sehat. Hasil ini bukan berasal dari pupuk atau pestisida kimia, tetapi dari waktu, kecintaan pada tanaman teh, dan komitmen yang teguh pada konsep "organik".
Barulah pada Maret 2021, setelah hampir enam tahun berdedikasi, Son Hai secara resmi menamai buah pikirannya "An Hai Tea" dan mendaftarkan hak kekayaan intelektualnya. Ia berbagi: "Awalnya saya tidak berniat mendaftarkannya, karena bagi saya, yang terpenting adalah kualitas produk, bukan nama merek. Tetapi pelanggan menginginkan merek, logo standar untuk menghindari kebingungan. Jadi saya melakukannya."
| Proses pemanggangan teh. |
Sebagai seseorang yang menghargai nilai budaya dalam setiap cangkir teh, Son Hai sangat teliti dalam memilih citra mereknya. Ia menginginkan logo yang memiliki gaya klasik, mewah namun sederhana dan elegan, mudah dikenali, dan menyampaikan kisah humanistik yang terhubung dengan budaya teh Vietnam.
Lebih dari sekadar produk konsumen, An Hai Tea adalah cara Son Hai untuk menceritakan kembali cita rasa kenangan tanah air – sesuatu yang pernah hadir di setiap dapur dan setiap percakapan sederhana masyarakat Vietnam.
Saat ini, selain lahan pertanian keluarga seluas lebih dari 1 hektar, An Hai Tea juga berkolaborasi dengan 5 rumah tangga tetangga, memperluas area bahan baku menjadi sekitar 3 hektar. Hai dan 4 pekerja tetap menangani semua tahapan mulai dari panen dan pengolahan hingga penambahan rasa, pengemasan, dan distribusi. Setiap produk merupakan perpaduan teknik organik dan filosofi hidup selaras dengan alam.
An Hai Tea saat ini menawarkan dua lini utama: teh murni dan teh beraroma. Di antara keduanya, teh beraroma bunga, khususnya teh goji, adalah salah satu produk yang paling istimewa. Bunga ini dulunya sangat umum di desa-desa pedesaan, dengan setiap rumah tangga hanya menanam beberapa tanaman untuk digunakan sebagai perasa teh di rumah. Saat ini, sangat sedikit orang yang masih mempraktikkan metode tersebut. Hai telah memilih untuk menghidupkannya kembali. Ia sendiri menanam bunga goji sepanjang tahun, memanennya pada waktu yang tepat, dan memberinya aroma segera setelah diproses untuk mempertahankan minyak esensial alaminya.
| Produk teh beraroma teratai dari An Hai Tea. |
Lini produk An Hai Tea berkisar dari yang terjangkau hingga kelas atas, dengan harga mulai dari 500.000 VND hingga 15 juta VND per kilogram. Di antaranya, "Teh Kuku Serigala" dijual seharga 650.000 VND per kilogram, dan "Teh Serigala Bangau Putih" seharga 2 juta VND per kilogram. Teh tersebut diawetkan selama 12 bulan, sehingga rasa dan kemurniannya tetap terjaga.
Selama musim bunga teratai (Mei dan Juni), Hai juga menyeduh teh dengan bunga teratai, jenis teh yang dulunya dipersembahkan dan disajikan pada acara-acara penting. Yang menarik, beberapa lini produk An Hai Tea telah dipilih untuk disajikan di Majelis Nasional Vietnam, yang merupakan sumber kebanggaan besar bagi seseorang yang bekerja di wilayah tengah ini.
Lebih dari sekadar produk, Son Hai menempuh jalan untuk menyebarkan budaya teh Vietnam melalui setiap cangkir teh, setiap pengalaman. Ia percaya bahwa sebuah merek tidak hanya terletak pada reputasinya atau desain kemasannya, tetapi juga pada bagaimana orang menceritakan kisahnya dengan tulus dan sederhana. Teh An Hai bukan hanya sebuah merek; ini adalah kisah seorang anak muda yang kembali, dimulai dari tanah airnya, dengan keyakinan pada nilai-nilai abadi – nilai-nilai kebaikan dan budaya.
Sumber: https://baothainguyen.vn/xa-hoi/202504/kien-nhangiu-huong-tra-viet-dd1055b/






Komentar (0)