1. Beberapa kesalahpahaman

Dr. Bui Thi Thuy, Kepala Departemen Konseling Gizi Dewasa, Institut Gizi Nasional.
- Membuat sel kanker kelaparan
Kepercayaan yang paling umum di kalangan pasien kanker adalah bahwa mereka harus "berpantang" dari banyak makanan untuk "membuat" sel kanker kelaparan. Banyak pasien benar-benar menghilangkan karbohidrat, menghindari daging dan ikan, hanya minum jus sayuran, atau menerapkan diet makrobiotik ekstrem dengan harapan pertumbuhan tumor akan melambat.
Faktanya, sel kanker membutuhkan energi untuk tumbuh, terutama glukosa. Pada saat yang sama, semua sel normal dalam tubuh juga membutuhkan glukosa untuk mempertahankan fungsi vital, terutama otak, sistem saraf, dan sel darah merah. Oleh karena itu, puasa atau penghentian total konsumsi karbohidrat saja tidak dapat "membuat" sel kanker kelaparan.
Ketika pasien makan terlalu sedikit atau membatasi diet mereka secara berlebihan, tubuh mereka mengalami kekurangan energi, kekebalan tubuh yang melemah, dan kehilangan massa otot yang signifikan. Sementara itu, sel kanker masih dapat menggunakan sumber energi lain dari tubuh pasien sendiri untuk terus tumbuh.
- Mengganti seluruh makanan dengan jus atau sayuran.
Banyak orang percaya bahwa jus membantu "mendetoksifikasi tubuh" atau "membunuh sel kanker secara alami." Namun, jus tidak dapat menyediakan semua protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Jika dilakukan dalam jangka panjang, diet ini dapat menyebabkan kekurangan gizi, anemia, kelelahan, dan penurunan respons terhadap pengobatan. Lebih jauh lagi, mengonsumsi terlalu sedikit protein karena menghindari daging, ikan, dan telur dapat menyebabkan kehilangan massa otot, melemahnya kekebalan tubuh, dan pemulihan yang lebih lambat setelah kemoterapi, radioterapi, atau operasi.

Pasien kanker sebaiknya mengonsumsi makanan yang kaya protein.
- Menerapkan diet yang belum terbukti
Banyak diet yang diiklankan di media sosial sebagai cara untuk "menyembuhkan kanker," "mendetoksifikasi," "menetralisir alkali tubuh," atau "membunuh sel kanker secara alami." Namun, sebagian besar metode ini tidak memiliki bukti ilmiah yang jelas. Beberapa diet ekstrem bahkan dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, kekurangan mikronutrien, dan memaksa pasien untuk menghentikan pengobatan karena kelemahan fisik yang parah. Oleh karena itu, pasien harus berhati-hati terhadap informasi atau iklan yang tidak terverifikasi.
2. Prinsip pemilihan makanan untuk pasien kanker
Pola makan untuk pasien kanker harus memprioritaskan variasi, keseimbangan, dan kesesuaian dengan toleransi masing-masing pasien.
Pasien sebaiknya memprioritaskan makanan yang tinggi energi dan protein. Makanan seperti ikan, daging tanpa lemak, telur, susu, yogurt, keju, udang, kepiting, tahu, dan kacang-kacangan bermanfaat untuk menjaga massa otot, membatasi penurunan berat badan, dan meningkatkan pemulihan. Jumlah protein yang dibutuhkan bergantung pada stadium penyakit dan memerlukan konsultasi dengan ahli gizi klinis dan dokter yang merawat.
Karbohidrat tetap merupakan sumber energi penting dan tidak boleh dihilangkan sepenuhnya. Pasien harus memprioritaskan sumber karbohidrat sehat seperti nasi, oatmeal, ubi jalar, roti gandum utuh, atau sereal gandum utuh.
Untuk mendapatkan vitamin dan mineral, pilihlah berbagai macam sayuran berwarna hijau tua, kuning, dan merah seperti kale, labu, wortel, tomat, kembang kol, jeruk, jeruk bali, atau pepaya...
Selain itu, perlu untuk membatasi makanan olahan, makanan yang tinggi garam, gula, atau lemak jenuh. seperti sosis, daging asap, makanan gorengan, minuman ringan olahan, dan minuman beralkohol.
Untuk pasien yang mengalami kehilangan nafsu makan atau penurunan berat badan yang signifikan, makanan lunak, mudah dimakan, dan kaya energi seperti bubur daging, sup, susu, smoothie, yogurt, atau rebusan lunak harus diprioritaskan. Pasien sebaiknya membagi makanan mereka menjadi 5–6 porsi kecil per hari daripada mencoba makan dalam jumlah besar sekaligus.
Jika pasien mengalami mual atau rasa tidak nyaman setelah kemoterapi, mereka sebaiknya memilih makanan dengan sedikit bau dan mudah dicerna, seperti roti, bubur, nasi putih, kentang, atau buah-buahan lunak. Mengonsumsinya dalam keadaan dingin atau sedikit hangat dapat membantu mengurangi mual. Pada saat yang sama, mereka harus membatasi makanan yang terlalu berlemak atau terlalu pedas.
Pasien sebaiknya mencari nasihat nutrisi sejak dini, terutama jika mengalami gejala seperti penurunan berat badan yang cepat, kehilangan nafsu makan yang terus-menerus, kesulitan menelan, diare, atau kelelahan yang berlebihan. Seorang ahli gizi akan membantu mengembangkan rencana diet yang disesuaikan dengan jenis kanker tertentu, tahap pengobatan, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

Pasien sebaiknya membatasi asupan makanan berlemak.
3. Contoh menu (2.000 kkal)
Makanan | Menu 1 | Menu 2 | Menu 3 | |
Bubur daging cincang | Roti gandum utuh | Pho ayam | ||
Semangkuk bubur: 100g (beras) | Roti: 170g (1 buah) | Mie beras: 150g | ||
Daging babi cincang: 50g Mungkin Anda juga suka | Telur goreng: 50g (1 butir telur) | Daging ayam: 50g | ||
Minyak goreng: 5g | Minyak goreng: 5g | Jambu biji: 150g (1 buah) | ||
Apel: 100g | Mentimun: 150g | Minyak goreng: 5g | ||
Camilan sarapan | Susu segar: 180 ml | Yogurt: 1 wadah (100g) | Susu segar: 180 ml | |
Makan siang | Nasi: 2 setengah mangkuk (150g nasi) | |||
Salmon: 100g | Daging sapi tumis dengan seledri: Daging sapi: 100g Seledri: 30g Minyak goreng: 5g Biji wijen: 20g | Ikan kukus dengan jahe: 80g | ||
Tahu dalam saus tomat: Tahu: 40g Tomat: 30g Minyak goreng: 5g | Lumpia goreng: 2 buah Minyak goreng: 5g | |||
Labu siam rebus: 150g | Sup daun ubi jalar: 150g | Sayuran rebus: 150g | ||
Apel: 100g | Buah naga: 100g | Jambu biji: 150g | ||
Makan malam | Nasi: 1,5 mangkuk (120g nasi) | |||
Daging panggang: 50g | Sup labu dengan daging cincang: Daging babi: 70g Labu: 100g | Iga babi rebus dengan sayuran: Tulang iga: 100g Sayuran: 100g | ||
Udang goreng: 30g | Telur goreng: 50g | Biji wijen: 20g | ||
Sup labu: 200g | Kacang hijau rebus: 100g | Tahu: 40g | ||
Camilan malam | 180 ml susu segar | 180 ml susu segar | 180 ml susu segar | |
Lihat artikel trending lainnya:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/kieng-khem-co-lam-doi-te-bao-ung-thu-169260625182655908.htm







