Sebuah perusahaan penyimpanan komputer Amerika menghitung angka Pi hingga 105 triliun digit, memecahkan rekor dunia sebelumnya.
Ilmuwan NASA hanya menggunakan angka Pi dengan 16 digit setelah koma. Foto: NASA
Pada Hari Pi, 14 Maret, Solidigm, sebuah perusahaan Amerika di California, mengumumkan bahwa mereka telah menghitung Pi hingga 105 triliun tempat desimal, menurut Live Science . Perhitungan tersebut memakan waktu 75 hari untuk diselesaikan dan menggunakan hingga satu juta gigabyte data, menetapkan rekor baru untuk menghitung konstanta tak terbatas ini. Pi (simbol π) adalah konstanta matematika yang nilainya adalah rasio keliling lingkaran dengan diameternya. Pi tidak memiliki nilai pasti, tetapi sering diambil sebagai perkiraan 3,14 untuk memudahkan perhitungan. Menemukan Pi yang lebih panjang telah lama menjadi tantangan bagi matematikawan dan ilmuwan komputer amatir dan profesional, yang membutuhkan daya komputasi yang setara dengan ratusan ribu ponsel pintar.
Menemukan jumlah digit setelah koma desimal Pi tidak memiliki dampak nyata pada matematika, karena perhitungan jarang membutuhkan lebih dari beberapa lusin digit. Misalnya, ilmuwan NASA hanya menggunakan 16 digit pertama Pi untuk melakukan sebagian besar penelitian mereka di alam semesta. Sebaliknya, menghitung angka tersebut hingga nilai paling presisi telah lama digunakan sebagai standar untuk menguji program komputer dan sistem penyimpanan data baru.
Sebagai perbandingan, jika Anda mengetik Pi baru di selembar kertas, baris demi baris, menggunakan font ukuran 10, angkanya akan menjadi sekitar 3,7 miliar kilometer panjangnya, yang berarti dapat membentang dari Bumi hingga suatu tempat antara Uranus dan Neptunus. Perhitungan dilakukan menggunakan 36 solid-state drive (SSD) milik perusahaan, yang menyimpan total sekitar satu petabyte (satu juta gigabyte) data. Prosesor juga membutuhkan komponen yang lebih kuat untuk melakukan perhitungan, yang akan mengurangi waktu yang dibutuhkan. Namun, penyimpanan berkapasitas tinggi dan andal lebih penting karena besarnya jumlah data yang perlu ditransfer selama proses tersebut.
Menurut Brian Beeler, CEO Solidigm, ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Pada April 2023, Solidigm menghitung Pi hingga 100 triliun digit, sebuah rekor yang dicapai oleh Google Cloud pada tahun 2022. Rekor sebelumnya adalah 62,8 triliun digit, yang dihitung dalam 108 hari oleh superkomputer di University of Applied Sciences Grisons di Swiss pada tahun 2021. Dengan menggunakan otak manusia, rekor dunia saat ini untuk Pi dengan digit terbanyak setelah koma (70.000) ditetapkan oleh Rajveer Meena di VIT University di India pada 21 Maret 2015, menurut Guinness World Records.
An Khang (Menurut Live Science )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)