
Di wilayah barat provinsi Quang Ngai , ginseng Ngoc Linh dibudidayakan secara luas di daerah pegunungan Ngoc Linh dan telah menjadi tanaman utama yang membantu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Saat ini, ginseng Ngoc Linh sedang memasuki musim berbuah dan menghasilkan biji. Setiap tanaman dapat menghasilkan beberapa hingga puluhan biji, tergantung pada umur tanaman dan kondisi pertumbuhan. Setiap biji bernilai sekitar 50.000 VND. Ini juga merupakan periode yang paling mengkhawatirkan bagi para petani ginseng, karena tikus gunung, tupai, dan serangga sering menggerogoti dan merusak biji. Secara khusus, tikus gunung, yang dikenal sebagai "tikus mulia," sangat gemar memakan biji ginseng Ngoc Linh. Oleh karena itu, melindungi biji merupakan prioritas utama bagi para petani.

Sebelumnya, untuk melindungi biji, orang-orang umumnya menggunakan jaring besi untuk membungkus tandan buah, tetapi sekarang mereka telah beralih menggunakan jaring atau rangka plastik ringan. Petani memasukkan batang besi sebagai penyangga dan kemudian menutupi tandan buah dengan jaring. Jaring ini dianggap oleh petani ginseng sebagai "perisai" yang melindungi biji ginseng dari tikus dan serangga berbahaya. Metode ini juga membantu mencegah biji jatuh saat matang, meminimalkan kerugian.

Saat ini, masyarakat, bisnis, dan koperasi sibuk menuju hutan untuk membungkus biji ginseng. Banyak lahan ginseng yang tampak menonjol dengan jaring warna-warni yang mengelilingi gugusan buah, menciptakan pemandangan khas musim panen biji ginseng.

Bapak Nguyen Thanh Tuan, Direktur Koperasi Pariwisata Tanaman Obat Hutan, mengatakan bahwa dari bulan Juni hingga September adalah waktu ketika ginseng menghasilkan biji, sehingga koperasi tersebut fokus pada penerapan berbagai langkah untuk melindunginya dari tikus dan serangga berbahaya. Ini juga merupakan periode penting yang menentukan kualitas sumber biji dan nilai ekonomi ginseng Ngoc Linh.








Sumber: https://www.sggp.org.vn/lam-ao-giap-bao-ve-hat-sam-ngoc-linh-post859385.html








