
Pak Vi Van Luong merawat kebun jeruk Thailand milik keluarganya.
Setelah lulus SMA, sementara banyak teman sebayanya memilih meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan, Luong memutuskan untuk tetap tinggal di tanah kelahirannya. Kepada wartawan, ia berbagi: "Kebun pomelo keluarga saya di Dien dulunya merupakan harapan besar, tetapi seiring waktu, pohon-pohonnya semakin tua, kualitas buahnya menurun, dan harga pomelo berfluktuasi, sehingga mengakibatkan efisiensi ekonomi yang rendah."
Pada awal tahun 2022, Bapak Luong memutuskan untuk mengunjungi distrik Luc Ngan, yang dulunya merupakan provinsi Bac Giang – sebuah wilayah yang terkenal dengan model budidaya pohon buah-buahan – untuk mengamati dan mempelajari langsung tentang budidaya jeruk Thailand. Melalui pengalamannya, beliau menyadari bahwa varietas jeruk ini menghasilkan produktivitas tinggi, menghasilkan buah berkualitas baik, dan yang terpenting, memiliki nilai ekonomi yang stabil.
Pada akhir tahun 2022, setelah banyak pertimbangan, Bapak Luong memutuskan untuk menginvestasikan sekitar 30 juta VND untuk membeli bibit jeruk Thailand yang akan dicangkokkan ke 200 pohon pomelo Dien yang sudah ada. Alih-alih merobohkan kebun tua, beliau memilih metode pencangkokan karena lebih hemat biaya dan memanfaatkan sistem akar yang sehat dari pohon pomelo tua. Namun, karena kurangnya pengalaman dan teknik, pada awal penerapan model tersebut, banyak pohon mengalami daun menguning, daun keriting, serangan hama dan penyakit, dan beberapa bahkan mati.
Tak gentar, Bapak Luong terus berupaya menemukan cara untuk mengatasi tantangan. Ia mengunjungi kebun-kebun besar untuk belajar, berkonsultasi dengan buku dan artikel khusus, mencari informasi secara daring, dan secara bertahap menyesuaikan proses perawatan dan pengendalian hama. Dengan demikian, ia fokus pada peningkatan kualitas tanah, penyesuaian sistem irigasi yang tepat, pemberian pupuk seimbang sesuai dengan setiap tahap pertumbuhan, dan penguatan pengendalian hama dan penyakit terpadu untuk pohon-pohonnya. Kesabaran dan kerja kerasnya membuahkan hasil ketika kebun jeruknya mulai pulih, tumbuh stabil, dan berkembang.
Melihat bahwa model tersebut berkembang ke arah yang benar, pada tahun 2023, Bapak Luong melanjutkan pencangkokan tunas jeruk Thailand ke 300 pohon pomelo Dien. Pada tahun 2024, melalui Asosiasi Petani Komune Tan Thanh, beliau diberi kesempatan untuk meminjam 50 juta VND dari Dana Dukungan Petani Asosiasi Petani Provinsi, yang memberinya sumber daya tambahan untuk berinvestasi dalam perawatan yang lebih sistematis untuk kebunnya.
Setelah sekitar dua tahun perawatan, kebun jeruk Thailand milik keluarga tersebut mulai menghasilkan "buah manis" pertamanya. Pada tahun 2024, lebih dari 200 pohon jeruk menghasilkan panen sekitar 8-9 ton. Jeruk-jeruk tersebut memiliki rasa yang kaya dan manis, aroma yang khas, dan penampilan yang menarik, sehingga para pedagang membelinya langsung dari kebun dengan harga rata-rata 30.000-40.000 VND/kg, menghasilkan pendapatan sekitar 300 juta VND.
Pada tahun 2025, kebun jeruk tersebut akan memasuki fase stabil dengan hampir 500 pohon siap panen, dengan perkiraan hasil panen lebih dari 25 ton. Dengan harga jual rata-rata sekitar 40.000 VND/kg, kebun tersebut diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sekitar 1 miliar VND bagi keluarganya.
Tidak berhenti sampai di situ, Bapak Luong juga secara proaktif melakukan diversifikasi produksi untuk mengurangi risiko. Keluarganya saat ini mengelola pembibitan bibit akasia, menjual sekitar 300.000 hingga 400.000 bibit setiap tahunnya, menghasilkan pendapatan hampir 100 juta VND. Di samping pertanian, ia juga mengembangkan peternakan ayam dengan skala 4.000-5.000 ekor ayam per tahun, menghasilkan pendapatan sekitar 400 juta VND.
Ibu Nguyen Thi Thu Huyen, Wakil Ketua Tetap Komite Front Persatuan Nasional Vietnam di Komune Tan Thanh dan Ketua Asosiasi Petani Komune tersebut, mengatakan: "Bapak Vi Van Luong adalah anggota muda Asosiasi Petani yang khas, berani berpikir dan bertindak, dengan berani berinovasi dalam pemikiran produksi, dan pelopor dalam budidaya jeruk Thailand di komune ini. Pada saat yang sama, beliau selalu aktif berpartisipasi dalam kegiatan asosiasi, secara teratur membimbing dan berbagi pengalaman produksi, serta berkontribusi dalam mendukung anggota lain dalam mengembangkan ekonomi mereka. Bapak Luong benar-benar merupakan panutan petani muda yang patut dipelajari dan diteladani oleh Asosiasi Petani di komune ini."
Sumber: https://baolangson.vn/nong-dan-tre-lam-giau-tu-cam-thai-5069225.html






Komentar (0)