
Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Ao Dai Kota Ho Chi Minh ke-12 yang saat ini sedang berlangsung di kota tersebut.
Dalam arus budaya Vietnam, terdapat citra-citra yang telah menjadi familiar dan dicintai, yang terkait erat dengan identitas bangsa. Di antaranya, ao dai, dengan keindahan yang elegan dan anggun, telah lama hadir sebagai ciri khas khusus budaya Vietnam, dihargai dan dilestarikan, menjadi jembatan budaya yang membantu teman-teman internasional untuk lebih memahami negara dan masyarakat Vietnam.
Sebagai pembuka seminar, para delegasi dan tamu disuguhi presentasi oleh mahasiswa dari Universitas Kebudayaan Kota Ho Chi Minh tentang koleksi "Sejarah Ao Dai Vietnam." Melalui koleksi ini, para delegasi memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pembentukan dan perkembangan Ao Dai—perjalanan panjang hingga menjadi simbol budaya nasional seperti sekarang ini.

Berbicara di seminar tersebut, Ibu Trinh Thi Thanh, Wakil Ketua Tetap Serikat Wanita Kota Ho Chi Minh, mengatakan: "Seminar hari ini bukan hanya pertukaran tentang pakaian tradisional, tetapi juga berbagi tentang bagaimana warisan nasional dapat berkembang di era integrasi. Kami percaya bahwa ketika ao dai dikenakan dengan bangga dan dipersembahkan dengan hormat, nilainya akan melampaui batas, menjadi jembatan budaya antara Vietnam dan teman-teman internasional."
Seminar ini berfungsi sebagai ruang pertukaran budaya yang unik, menegaskan posisi ao dai bukan hanya sebagai pakaian tradisional tetapi juga sebagai simbol warisan yang dinamis, sebuah "pembawa pesan" yang menghubungkan budaya Vietnam dengan teman-teman internasional, menenun vitalitas baru di tengah arus integrasi. Program ini berfokus pada pembahasan vitalitas abadi ao dai dalam masyarakat modern dan perannya dalam diplomasi antar masyarakat.

Perancang busana Trung Dinh mengatakan bahwa ia telah beberapa kali bekerja dengan model internasional dan mahasiswa asing dan merasakan antusiasme mereka terhadap ao dai Vietnam. “Kami percaya bahwa budaya hanya benar-benar hidup ketika dirangkul dan disebarkan oleh generasi muda. Mahasiswa internasional adalah duta budaya Vietnam yang sangat istimewa,” kata perancang busana Trung Dinh.
Ao dai bukan hanya pakaian tradisional tetapi juga warisan budaya hidup masyarakat Vietnam. Di era integrasi internasional, ao dai semakin menjadi jembatan budaya antara Vietnam dan negara-negara sahabat internasional. Panitia penyelenggara berharap bahwa melalui kegiatan pertukaran seperti hari ini, nilai ao dai akan terus menyebar lebih luas lagi.

Seminar ini juga memiliki makna kemanusiaan yang mendalam dengan partisipasi keluarga-keluarga Vietnam yang mendukung siswa Laos dan Kamboja di bawah proyek "Keluarga Vietnam dengan Siswa Laos dan Kamboja". Ini adalah bukti penyebaran kecintaan terhadap ao dai (pakaian tradisional Vietnam) dan budaya Vietnam melalui jembatan persahabatan yang paling sederhana.
Lebih dari sekadar acara pertukaran dan jejaring, seminar "Ao Dai Vietnam - Warisan Nasional Vietnam, Integrasi Internasional," yang dipadukan dengan lokakarya pengalaman bertema "Ao Dai dan Bunga," menegaskan kekuatan lunak budaya Vietnam dalam menyampaikan identitas nasional kepada dunia secara halus dan persuasif, serta mengubah warisan budaya menjadi sumber daya untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Di sini, konsul jenderal, mahasiswa asing, dan tamu akan secara langsung mempraktikkan teknik melukis pada kain dan topi kerucut, sehingga memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang keindahan kerja dan seni yang terkait dengan ao dai (pakaian tradisional Vietnam).
Sumber: https://nhandan.vn/lan-toa-gia-tri-cua-chiec-ao-dai-post949242.html






Komentar (0)