• Menggunakan identifikasi dan otentikasi elektronik sebagai dasar transformasi digital.
  • Organisasi partai harus memimpin transformasi digital.
  • Transformasi digital - Pergeseran pola pikir

Gambar para pahlawan dipajang dengan jelas, dan pemandu wisata memberikan penjelasan tentang setiap peristiwa sejarah.

Melalui teknologi 3D, realitas virtual (VR), dan realitas tertambah (AR), pameran tidak lagi statis di dalam etalase kaca tetapi menjadi hidup dan imersif, memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi dan menjelajahi berbagai lapisan informasi hanya dengan beberapa sentuhan pada perangkat digital mereka.

Tidak seperti museum tradisional yang terbatas oleh ruang dan waktu, Museum Digital Bac Lieu memungkinkan penduduk, wisatawan, pelajar, dan kaum muda untuk mengakses informasi kapan saja, di mana saja. Hanya dengan ponsel pintar atau komputer yang terhubung ke internet, pengunjung dapat "berjalan-jalan" melalui ruang pameran virtual, mempelajari sejarah wilayah Ca Mau ; desa-desa kerajinan tradisional ; festival rakyat; arsitektur budaya khas; atau kehidupan dan karier tokoh-tokoh sejarah dan ikon budaya yang terkait dengan daerah tersebut. Pendekatan ini juga cocok untuk kaum muda, berkontribusi dalam menumbuhkan kebanggaan dan kesadaran akan pelestarian identitas budaya tanah air mereka di era digital.

Anggota serikat pemuda dan kaum muda dapat mengakses informasi langsung di museum.

Huynh Thanh Phong, seorang mahasiswi di Universitas Bac Lieu, berbagi: “Hanya dengan menyentuh museum digital, saya dapat mengakses banyak informasi tentang daerah Bac Lieu dan Ca Mau. Selain itu, museum digital ini juga menyimpan banyak artefak, yang memberi saya banyak informasi tentang sejarah dan pembentukan tanah, masyarakat, dan budaya tanah kelahiran saya.”