![]() |
| Guru Ca Thi Hoan, Wakil Kepala Sekolah SMP Asrama Etnis Pac Nam, membimbing siswa dalam berlatih memainkan kecapi. |
Pada tahun ajaran 2025-2026, Sekolah Menengah Pertama Asrama Etnis Pac Nam akan memiliki 274 siswa dari 5 kelompok etnis: Tay, Nung, Dao, Mong, dan San Chi.
Sejak tahun ajaran 2018-2019, sekolah telah mendirikan Klub Budaya Etnis dengan keinginan untuk menciptakan wadah yang bermakna di mana siswa dapat mengasah bakat mereka sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya tradisional.
Ibu Ca Thi Hoan, Wakil Kepala Sekolah SMP Asrama Etnis Pac Nam, berbagi: "Saya selalu prihatin ketika melihat banyak siswa yang tidak sepenuhnya memahami makna dan keindahan budaya etnis mereka. Didorong oleh keinginan untuk melestarikan dan menyebarkan identitas tersebut, saya dan rekan-rekan saya mendirikan klub budaya etnis agar para siswa memiliki ruang untuk belajar menari, menyanyi, dan memainkan khene (alat musik tiup tradisional). Saya percaya bahwa ketika para siswa memahami, mencintai, dan bangga akan keindahan tradisional mereka, nilai-nilai tersebut akan menyebar secara alami, menjadi bagian dari perjalanan pertumbuhan setiap siswa di dataran tinggi."
Hingga saat ini, klub tersebut memiliki lebih dari 50 anggota tetap, yang melestarikan bentuk-bentuk seni tradisional seperti nyanyian Then, permainan kecapi Tinh, tari Bat, tari seruling Mong, tari topeng kayu, dan lagu-lagu rakyat dari kelompok etnis Tay, Nung, Dao, dan San Chi. Setiap sore, halaman sekolah dipenuhi dengan suara musik dan tawa. Para siswa menyiapkan properti mereka sendiri dan berlatih setiap gerakan tari dan ritme musik di bawah bimbingan yang berdedikasi dari guru-guru mereka.
![]() |
| Kelompok yang mempraktikkan tari mangkuk tradisional ini menarik banyak siswa dari berbagai kelompok etnis untuk berpartisipasi. |
Berkat partisipasi rutin di klub, banyak siswa telah mengalami transformasi yang nyata. Dari yang tadinya pemalu dan pendiam, kini mereka menjadi lebih percaya diri, lebih berani mengekspresikan diri di depan banyak orang, dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan budaya dan seni.
Tidak hanya siswa, tetapi semakin banyak guru di sekolah yang juga bergabung dengan klub ini. Para guru tidak hanya memberikan bimbingan teknis, tetapi juga tampil bersama siswa selama festival, menciptakan suasana yang erat dan kompak.
Untuk meningkatkan kualitas kegiatannya, SMP Asrama Etnis Pac Nam telah mengundang para seniman untuk membimbing siswa dalam berbagai bentuk seperti tari khene, tari mangkuk, kemudian bernyanyi, dan memainkan kecapi tinh. Pelajaran-pelajaran ini diadakan secara rutin di sekolah, memungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan orang-orang yang berpengetahuan tentang budaya rakyat, mempelajari segala hal mulai dari cara memegang dan memainkan alat musik hingga memahami makna setiap melodi.
Ibu Ca Thi Hoan, Wakil Kepala Sekolah SMP Asrama Etnis Pac Nam, menambahkan: "Sekolah akan fokus pada pemeliharaan dan pengembangan kegiatan klub budaya etnis secara berkelanjutan dan kreatif. Selain mempertahankan bentuk-bentuk tradisional seperti nyanyian Then, permainan kecapi Tinh, tari seruling Mong, dan tari Bat, kami akan memperluasnya dengan memasukkan topik yang mengeksplorasi adat istiadat, pakaian, dan alat musik dari setiap kelompok etnis sehingga siswa dapat belajar dan mengalaminya lebih dalam. Kami akan terus mengundang para ahli untuk mengajar secara berkala guna menyebarkan nilai-nilai budaya kepada banyak generasi siswa."
Sumber: https://baothainguyen.vn/van-hoa/202511/lan-toa-gia-tri-van-hoa-trong-truong-noi-tru-d6155cb/








Komentar (0)