![]() |
| Para ahli dan pembicara yang berpartisipasi dalam seminar 'Membaca di Era Digital'. |
Acara ini bertujuan untuk berbagi perspektif akademis tentang budaya membaca saat ini dan menciptakan forum pertukaran di antara para ahli, dosen, dan mahasiswa. Dari situ, acara ini berupaya menyebarkan semangat belajar sepanjang hayat melalui membaca.
Menekankan peran penting membaca dalam pembelajaran, penelitian, dan pengembangan diri siswa, Profesor Madya Dr. Duong Thang Long – Wakil Rektor Universitas Terbuka Hanoi – mencatat bahwa di era digital, metode mengakses pengetahuan telah mengalami banyak perubahan.
Namun, nilai inti membaca tetap ditegaskan secara konsisten. Sekolah selalu memprioritaskan pembangunan lingkungan belajar yang terbuka, mendorong budaya membaca, dan mengembangkan sistem perpustakaan modern. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan penelitian siswa yang semakin beragam.

Dalam acara tersebut, Ibu Doan Quynh Dung – Wakil Direktur Departemen Kebudayaan Akar Rumput, Keluarga dan Perpustakaan (Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata) sangat mengapresiasi upaya Universitas Terbuka Hanoi dalam mempromosikan gerakan membaca dan mengembangkan budaya membaca di kalangan mahasiswa.
Dalam konteks teknologi digital yang sangat memengaruhi kehidupan sosial, Ibu Dung menekankan bahwa menjaga kebiasaan membaca dan mengembangkan keterampilan akses informasi yang tepat merupakan tugas penting bagi generasi muda.
Menurutnya, program seperti seminar "Membaca di Era Digital" tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kesadaran tetapi juga memotivasi siswa untuk secara proaktif belajar, meneliti, dan mengembangkan diri.

Dalam kerangka seminar, diadakan debat dengan topik: "Membaca buku kertas atau membaca buku digital – mana yang menjadi pilihan bagi siswa di era digital?". Debat tersebut mengungkapkan bahwa setiap bentuk bacaan memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Buku kertas menawarkan pengalaman membaca yang lebih mendalam dan nilai budaya yang abadi. Buku digital membuka kemungkinan untuk mengakses pengetahuan dengan cepat dan luas di era teknologi.
Kedua bentuk membaca ini tidak saling eksklusif, melainkan saling berdampingan dan melengkapi di era digital. Yang terpenting bukanlah memilih antara buku kertas atau buku digital, tetapi bagaimana memelihara dan mengembangkan budaya membaca di era digital.


Pada kesempatan ini, Bapak Nguyen Huu Gioi – Presiden Asosiasi Perpustakaan Vietnam dan anggota dewan juri Kontes Duta Budaya Membaca HOU 2026 – berbagi pandangannya tentang pengembangan budaya membaca dalam konteks transformasi digital saat ini.
Menurut Education and Times
Sumber: https://hou.edu.vn/tin-tuc-su-kien/hou-tren-bao-chi/lan-toa-van-hoa-doc-sach-trong-ky-nguyen-so/









Komentar (0)