| Guru Phung Thi Thu Hien dan murid-muridnya setelah kelas. |
Didorong oleh keyakinan yang kuat akan nilai pendidikan , guru Phung Thi Thu Hien telah mengatasi banyak kesulitan, terus berupaya untuk belajar, berinovasi, dan berkreasi dalam pengajarannya, sehingga setiap hari di kelas menjadi perjalanan menabur harapan, dan setiap pelajaran menjadi jembatan yang membawa siswa lebih dekat kepada pengetahuan dan masa depan.
Saat pertama kali bertemu Ibu Hien, banyak orang langsung merasa menyukai sifatnya yang lembut dan baik hati. Dengan kepribadiannya yang tenang dan berpengalaman, orang-orang yang berinteraksi dengannya juga terkesan dengan ketabahannya, karena mengetahui bahwa ia telah mengatasi banyak kesulitan dan tantangan dalam hidup untuk membesarkan kedua putrinya dan memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang baik.
"Dalam hidup, setiap orang memiliki pasang surutnya masing-masing, kesedihannya sendiri, tetapi saya mengatasinya dengan menemukan kegembiraan dalam pekerjaan saya dan ketenangan pikiran dalam melihat mata polos dan lugu murid-murid saya," ungkap guru Phung Thi Thu Hien.
Meskipun sudah berusia 50 tahun, guru Phung Thi Thu Hien terus belajar dan dengan penuh semangat mengeksplorasi serta berinovasi untuk menemukan metode pengajaran yang paling menarik dan efektif. Pada saat yang sama, beliau selalu menjunjung tinggi semangat belajar mandiri dan pengembangan diri melalui riset materi, buku referensi, dan penerapan teknologi informasi dalam pengajaran, membantu siswa mengembangkan kemampuan aktif, proaktif, dan kreatif mereka dalam proses belajar.
Tidak hanya berfokus pada perkuliahan teoretis, guru Phung Thi Thu Hien aktif berpartisipasi dalam pelatihan, seminar, dan lokakarya yang diselenggarakan oleh berbagai tingkatan dan secara efektif menerapkan pengetahuan tersebut dalam praktik pengajarannya. Pada tahun 2022, beliau lulus dengan gelar Magister Bahasa Inggris dengan predikat cum laude; pada Kompetisi Guru Teladan Provinsi tahun ajaran 2023-2024, beliau adalah salah satu guru peserta yang meraih nilai tertinggi. Guru Hien berbagi: "Saya bersemangat untuk mengikuti pelatihan profesional, mengejar gelar Magister, dan berpartisipasi dalam kompetisi guru teladan bukan demi pengakuan, tetapi untuk menggunakan pengetahuan tersebut untuk 'menabur benih' pengetahuan bagi generasi siswa mendatang."
| Guru Phung Thi Thu Hien (kedua dari kiri) dan rekan-rekannya menerima gelar Guru Teladan tingkat provinsi untuk tahun ajaran 2023-2024. |
Dalam pengajarannya, Ibu Hien dengan berani menerapkan alat-alat pendidikan seperti Flipgrid untuk mengajar bahasa Inggris lisan kepada siswa kelas 6. Hal ini tidak hanya membantu mereka meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi mereka, yang seringkali menjadi hambatan utama bagi siswa sekolah menengah ketika mempelajari bahasa asing. Di kelas 7, Ibu Hien lebih meningkatkan kualitas pengajarannya dengan secara efektif menerapkan alat-alat AI seperti Grammarly, ChatGPT, QuillBot, dan Suno – perangkat lunak yang banyak digunakan dalam pendidikan global – untuk mendukung siswa dalam meningkatkan kemampuan menulis bahasa Inggris mereka secara proaktif, kreatif, dan sangat personal.
Kualitas siswanya terus meningkat: persentase siswa yang meraih nilai "Baik" dalam bahasa Inggris meningkat dari 37% (kelas 6) menjadi hampir 48% (kelas 7), melampaui target yang ditetapkan. Baik pada tahun ajaran 2023-2024 maupun 2024-2025, Ibu Hien menerima gelar "Prajurit Teladan" di tingkat akar rumput dan diakui sebagai anggota Partai yang telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Baru-baru ini, Ibu Hien menerima Sertifikat Penghargaan dari Ketua Komite Rakyat Provinsi Thai Nguyen atas prestasinya yang luar biasa dalam pekerjaannya.
Kebahagiaan terbesar Guru Phung Thi Thu Hien adalah melihat murid-muridnya tumbuh dan menjadi dewasa, terinspirasi oleh pengetahuan yang telah ia bantu berikan. Hal ini memberinya kekuatan untuk "menabur benih pengetahuan setiap hari," dengan keyakinan bahwa benih-benih itu akan mekar menjadi masa depan yang cerah. Ibu Hien percaya bahwa mengajar bukan hanya tentang menyampaikan pengetahuan, tetapi juga tentang memupuk aspirasi, mengasah karakter, dan menumbuhkan kasih sayang sehingga nantinya, murid-muridnya akan menjadi warga negara yang berbudi luhur dan berbakat yang memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat.
Sumber: https://baothainguyen.vn/giao-duc/202508/lang-le-gieo-mam-tri-thuc-20a0623/






Komentar (0)