![]() |
"Feodalisme Teknologi" adalah publikasi perdana dari seri buku non-fiksi 2045 milik Penerbit Kim Dong. |
Feodalisme Teknologi pernah dipilih oleh The Guardian, Bloomberg News , dan Financial Times sebagai salah satu buku terbaik tahun 2024. Yang membuat buku ini begitu berpengaruh bukanlah analisisnya tentang pencapaian teknologi atau perkembangan kecerdasan buatan.
Yanis Varoufakis memilih pendekatan yang memandang teknologi dari perspektif ekonomi dan kekuasaan. Berawal dari argumen yang berani, penulis menegaskan bahwa kapitalisme secara bertahap memberi jalan kepada tatanan baru yang ia sebut "feodalisme teknologi."
Sementara dalam masyarakat feodal kekuasaan terkonsentrasi di tangan pemilik tanah, di era digital, "tanah" telah digantikan oleh platform daring, data, dan infrastruktur komputasi awan. Korporasi teknologi global telah menjadi "penguasa" baru, mengendalikan ruang yang digunakan miliaran orang setiap hari untuk mencari informasi, berbelanja, berkomunikasi, atau bekerja.
Menurut Yanis Varoufakis, ketergantungan manusia juga berubah bentuk. Alih-alih bergantung pada tanah seperti pada masyarakat feodal, orang-orang saat ini bergantung pada algoritma, ekosistem digital, dan data yang dikendalikan oleh beberapa bisnis.
Dari situ, buku ini mengangkat serangkaian pertanyaan yang menggugah pikiran: Apakah kita benar-benar menguasai teknologi? Atau apakah teknologi secara halus membentuk pilihan kita, perilaku konsumen, cara kita menerima informasi, dan bahkan persepsi kita?
Melalui analisis privatisasi internet, dampak krisis keuangan 2008, dan kebangkitan perusahaan teknologi, penulis menggambarkan tatanan ekonomi baru di mana data menjadi sumber daya yang paling berharga.
Lebih dari sekadar studi ekonomi, Feodalisme Teknologi juga merupakan peringatan tentang perubahan mendalam dalam masyarakat di era digital. Di samping perdebatan yang hidup di kalangan akademisi, buku ini telah menerima banyak ulasan positif dari para cendekiawan dan publikasi bergengsi di seluruh dunia .
Filsuf Slavoj Žižek menggambarkannya sebagai "buku untuk siapa pun yang ingin memahami perubahan kacau yang saat ini terjadi di dunia."
Washington Post memuji Yanis Varoufakis karena "menggabungkan esai, sejarah, ekonomi, dan teknologi untuk menciptakan karya yang mudah diakses, menarik, dan mencerahkan." Sementara itu, The Observer (Inggris) menganggap buku tersebut sebagai penjelasan tentang "titik balik zaman," karena dunia menghadapi "sistem ekonomi yang sepenuhnya baru dan kekuatan politik baru."
Ekonom Jeffrey Sachs juga memberikan pujian khusus, menyebut Yanis Varoufakis sebagai "sejarawan zaman kita," menekankan kemampuannya untuk menghubungkan perubahan ekonomi, politik, dan teknologi ke dalam panorama yang mudah dipahami namun tetap menggugah pikiran. Penilaian ini semakin menegaskan nilai akademis dan relevansi buku tersebut, memberikan pembaca perspektif kritis tentang bagaimana teknologi membentuk dunia kontemporer.
Penulis Yanis Varoufakis adalah salah satu ekonom paling berpengaruh di dunia. Ia menjabat sebagai Menteri Keuangan Yunani selama krisis utang negara tahun 2015 dan terkenal karena pemikiran kritisnya yang mendalam tentang ekonomi politik global. Karya-karyanya sebelumnya, seperti *Adults in the Room*, *Talking to My Daughter About the Economy*, dan * And the Weak Suffer What They Must?* , semuanya telah menarik perhatian internasional yang luas.
Pemilihan karyanya sebagai publikasi perdana untuk 2045 Books juga mencerminkan arah Kim Dong Publishing House dalam membangun merek buku yang tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga menginspirasi pemikiran kritis, membantu kaum muda memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang dunia yang terus berubah dan mempersiapkan mereka untuk masa depan.
Sumber: https://baoquocte.vn/lanh-dia-cua-ky-nguyen-so-412033.html











