Pada tanggal 24 Mei, Provinsi Ninh Binh secara resmi membuka Festival Emas Tam Coc - Trang An 2026. Festival ini bertujuan untuk memberi penghormatan kepada Dewa Pertanian – pendiri peradaban pertanian dan pelindung alam. Festival tahunan ini berlangsung di kawasan wisata Tam Coc - Bich Dong (Ninh Binh), dan mencakup pawai besar produk pertanian dan tanaman obat dari 34 provinsi dan kota di seluruh negeri.

Iringan perahu membawa hasil bumi dari 34 provinsi dan kota sebagai persembahan kepada Dewa Pertanian.
FOTO: NGOC LINH

Perahu-perahu itu berangkat dari dermaga Tam Coc, berlayar menyusuri sungai Ngo Dong menuju kuil Dewa Pertanian untuk mempersembahkan hasil bumi setempat.
FOTO: NGOC LINH

Setiap provinsi membawa produk unik untuk dipersembahkan kepada dewa pertanian.
FOTO: NGOC LINH

Persembahan tersebut, mulai dari butir beras dan buah-buahan hingga tanaman obat yang digunakan untuk menyelamatkan nyawa, dipersembahkan kepada Dewa Pertanian, dengan demikian mengungkapkan rasa syukur kepada leluhur, menghormati nenek moyang, memperkuat hubungan antar wilayah di negara ini, memupuk persatuan nasional, dan berupaya melestarikan peradaban pertanian Vietnam.
FOTO: NGOC LINH

Selama perjalanan perahu menuju Kuil Dewa Pertanian, panitia festival mengatur berbagai lokasi untuk pertunjukan seni seperti nyanyian Xam, nyanyian Cheo, dan pertunjukan alat musik tradisional.
FOTO: NGOC LINH

Menghadirkan kembali adegan penggembalaan kerbau, sebuah gambaran yang familiar di pedesaan Vietnam.
FOTO: NGOC LINH

Menyusuri Sungai Ngo Dong, pengunjung juga dapat mengagumi lukisan artistik di sawah yang menggambarkan "Dua kuda membungkuk untuk melaporkan prestasi."
FOTO: NGOC LINH

Nuansa keemasan Tam Coc, dengan latar belakang sawah yang sedang matang sebagai tema utamanya, telah lama menjadi objek wisata populer di provinsi Ninh Binh. Festival Emas Tam Coc - Trang An berlangsung selama 10 hari pada akhir Mei dan awal Juni, yaitu saat padi mulai matang.
FOTO: NGOC LINH
Sumber: https://thanhnien.vn/le-hoi-dang-trai-ngon-qua-ngot-len-duc-than-nong-185260524161013381.htm
Komentar (0)