Konon, pada zaman dahulu kala, tanah suku Ma Coong diganggu oleh seekor monyet jahat yang merusak tanaman dan menyebarkan penyakit. Setelah banyak upaya yang gagal untuk mengusirnya, penduduk desa diberi petunjuk oleh roh-roh: "Gunakan gendang dan gong untuk mengusir roh jahat itu." Ketika suara gendang bergema di hutan, monyet jahat itu ketakutan dan pergi selamanya. Sejak saat itu, setiap tahun, pada bulan purnama pertama setiap tahun, suku Ma Coong mengadakan Festival Tabuhan Gendang untuk berterima kasih kepada roh-roh, merayakan panen yang melimpah, dan berdoa untuk perdamaian di desa mereka.

Suasana meriah menyelimuti seluruh desa; dari gerbang masuk hingga halaman komunal, semuanya berkobar dengan warna-warna cerah bendera dan spanduk.

Suasana meriah menyelimuti seluruh desa; dari gerbang masuk hingga halaman komunal, semuanya berkobar dengan warna-warna cerah bendera dan spanduk.

Festival ini terbagi menjadi dua bagian: bagian seremonial dan bagian perayaan. Festival dimulai dengan ritual persembahan kepada roh-roh, yang dipimpin oleh seorang tetua desa yang dihormati. Persembahan seperti anggur beras, nasi yang dimasak dengan bambu, dan daging buruan dipersembahkan kepada roh-roh dengan penuh hormat, sambil berdoa agar cuaca baik dan panen melimpah.

Setelah bagian upacara berakhir, suasana meriah benar-benar meledak. Gendang digantung di tengah, dan para pemuda kuat dari desa bergantian memukul permukaan gendang dengan palu kayu, berteriak keras: "Roa lu, roa lu, Giang ơi!" (Ya Tuhan!), sebuah doa yang berakar kuat dalam budaya etnis. Tabuhan gendang berlanjut hingga permukaan gendang benar-benar pecah. Saat itulah kegembiraan meledak; seluruh desa bernyanyi, menari, dan bersuka cita dengan anggur beras dan semangat persatuan. Ini juga merupakan kesempatan bagi para pemuda dan pemudi untuk saling mengenal, menumbuhkan kisah cinta yang indah di tengah pegunungan dan hutan.

Para pengrajin terampil dengan hati-hati membentangkan kulit kerbau di atas membran gendang, mempersiapkan ritual suci pemukulan gendang.