Festival Katê adalah salah satu acara budaya dan keagamaan terpenting bagi komunitas Cham yang menganut Brahmanisme di Ninh Thuận. Diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional, festival ini bukan hanya kesempatan untuk memperingati para dewa dan leluhur, tetapi juga ruang budaya yang semarak dan penuh warna yang menarik wisatawan untuk menjelajahinya .

Festival Katê adalah salah satu festival terbesar dan paling khas dari masyarakat Cham.
Waktu dan lokasi acara
Festival Katê diadakan setiap tahun pada tanggal 1 Juli menurut kalender Cham, yang kira-kira bertepatan dengan akhir September hingga awal Oktober dalam kalender Gregorian. Ritual utama berlangsung di kompleks menara Cham kuno dan sakral.
- Menara Po Klong Garai: Terletak di kelurahan Do Vinh, kota Phan Rang - Thap Cham.
- Menara Po Roma dan Kuil Po Inu Nugar: Terletak di komune Phuoc Huu, distrik Ninh Phuoc.
Ini adalah pusat-pusat keagamaan tempat komunitas Cham berkumpul untuk melakukan ritual-ritual terpenting dari festival tersebut.

Festival Katê diadakan di menara-menara kuno Cham di Ninh Thuận .
Signifikansi budaya dan agama
Festival Katê memiliki makna yang mendalam dalam kehidupan spiritual masyarakat Cham. Ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk mengungkapkan rasa hormat dan syukur kepada para dewa, raja-raja yang telah berjasa bagi bangsa, dan untuk mengenang leluhur mereka yang telah meninggal. Pada saat yang sama, masyarakat berdoa untuk perdamaian dan kemakmuran nasional, cuaca yang baik, panen yang melimpah, dan kehidupan yang hangat, bahagia, dan sejahtera. Karena nilai-nilai istimewa ini, Festival Katê diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional pada tahun 2017.
Ritual dan aktivitas yang unik
Festival Katê terdiri dari dua bagian utama: bagian seremonial dan bagian perayaan, masing-masing dengan karakteristik uniknya sendiri, yang mencerminkan kekayaan budaya Cham.
Upacara khidmat
Upacara berlangsung dengan ritual tradisional yang khidmat. Ritual terpenting adalah prosesi jubah para dewa menuju menara, yang dilakukan oleh para pemimpin komunitas. Ini diikuti oleh ritual seperti membuka pintu menara, memandikan patung-patung, dan memakaikan jubah baru kepada mereka. Seluruh proses berlangsung dalam suasana sakral, berpadu dengan suara merdu gendang Ghi-nang, terompet Saranai, dan alat musik gesek Kanhi.

Ritual membawa jubah para dewa ke menara selama festival Katê.
Bagian festivalnya sangat meriah.
Setelah upacara khidmat, festival ini menghadirkan suasana gembira dan meriah. Di sinilah masyarakat dan pengunjung sama-sama larut dalam kegiatan budaya dan seni. Tarian kipas tradisional dan tarian membawa kendi yang diperagakan oleh gadis-gadis Cham dengan kostum warna-warni selalu menjadi sorotan festival. Selain itu, permainan rakyat seperti lomba membawa air dan mendorong tongkat juga diselenggarakan, menarik partisipasi antusias dan memupuk kekompakan komunitas.

Tarian tradisional merupakan bagian tak terpisahkan dari perayaan festival Katê.
Catatan untuk pengunjung yang menghadiri festival.
Untuk mendapatkan pengalaman yang lengkap dan menunjukkan rasa hormat terhadap budaya lokal, pengunjung Festival Katê perlu memperhatikan poin-poin berikut:
- Pakaian: Pilihlah pakaian yang sopan dan sederhana saat menghadiri upacara di area kuil.
- Hormati ritual: Tetaplah diam, hindari membuat kebisingan, dan ikuti aturan di tempat ibadah. Mintalah izin sebelum mengambil foto, terutama selama upacara penting.
- Jaga kebersihan: Jangan membuang sampah sembarangan untuk melindungi keseluruhan lanskap situs bersejarah tersebut.
- Keselamatan pribadi: Festival seringkali sangat ramai, jadi harap berhati-hati untuk melindungi barang-barang pribadi Anda.
- Pertukaran budaya: Silakan berpartisipasi dalam kegiatan festival, tetapi tetaplah bersikap sopan dan hormat.
Sumber: https://baolamdong.vn/le-hoi-kate-ninh-thuan-kham-pha-di-san-van-hoa-cham-404167.html






Komentar (0)