Khususnya, sektor publik, yang sering dianggap "lambat merespons" kebutuhan perubahan, memiliki posisi penting dalam rancangan tersebut. Undang-Undang Transformasi Digital telah menguraikan peta jalan spesifik untuk menciptakan pemerintahan digital yang benar-benar melayani.
Dengan mengidentifikasi transformasi digital sebagai terobosan strategis terdepan, dengan menempatkan masyarakat dan pelaku bisnis sebagai pusatnya, subjek sekaligus penggerak proses ini, rancangan tersebut dengan jelas menyatakan bahwa lembaga negara bertanggung jawab untuk mengembangkan layanan publik di lingkungan digital berdasarkan kebutuhan dan pengalaman masyarakat dan pelaku bisnis; memprioritaskan transaksi elektronik, kemudahan akses, dukungan multi-kanal dan multi-perangkat, serta meminimalkan jumlah langkah dan operasi untuk menyelesaikan transaksi. Kebijakan, program, proyek, dan layanan publik digital harus melibatkan pengguna akhir (melalui konsultasi publik, survei daring, pengujian, dan evaluasi independen). Lembaga negara bertanggung jawab untuk mengoperasikan sistem umpan balik pengguna secara real-time dan mengintegrasikan data penilaian kualitas layanan publik untuk peningkatan berkelanjutan.
Pasal 13 rancangan tersebut juga menetapkan bahwa seluruh kegiatan lembaga negara diprioritaskan untuk dilaksanakan dalam lingkungan digital, dengan mengikuti prinsip "digital adalah standar, kertas adalah pengecualian"; memastikan bahwa layanan dirancang dan diterapkan dengan pola pikir digital sepenuhnya sejak awal, mengurangi beban administratif, dan meningkatkan kecepatan pemrosesan. Tidak hanya itu, lembaga negara harus menyelenggarakan pembangunan, pemeliharaan, dan pengembangan data digital untuk memastikan keamanan dan keselamatan, menciptakan fondasi yang kokoh bagi administrasi dan operasional layanan publik dalam lingkungan digital.
Hal ini memungkinkan pengambilan keputusan berbasis bukti, peningkatan efisiensi operasional, dan penyediaan layanan publik yang lebih baik. Lembaga negara juga bertanggung jawab untuk mempublikasikan data untuk transformasi digital sesuai dengan undang-undang data. Prinsip ini mendorong transparansi dan aksesibilitas data, yang memungkinkan warga negara dan pelaku bisnis menggunakan informasi untuk membuat keputusan yang tepat dan berpartisipasi dalam proses pembangunan.
Koridor hukum yang komprehensif dan progresif akan segera terbuka, tetapi pertanyaan terbesarnya tetap: Akankah pegawai negeri sipil, masyarakat, dan pelaku bisnis mampu "bertransformasi" tepat waktu untuk mengikuti dan mewujudkan harapan hukum? Akankah para pegawai negeri sipil dan pegawai negeri sipil siap meninggalkan cara kerja lama yang masih kental dengan dokumen dan proses manual, untuk beralih ke lingkungan kerja digital yang lebih transparan dan efisien?
Di sisi lain, undang-undang memberikan warga negara kekuatan baru dalam lingkungan digital, seperti hak untuk mengetahui dan mengintervensi keputusan otomatis algoritma AI yang memengaruhi mereka. Namun, apakah masyarakat memiliki kapasitas digital yang memadai untuk memahami dan menjalankan hak-hak ini, atau mereka hanya menggunakannya secara pasif? Di sisi bisnis, mekanisme eksperimen terkendali merupakan "pintu" yang sangat baik untuk inovasi. Namun, apakah bisnis, terutama usaha kecil dan menengah, memiliki keberanian untuk melangkah maju, atau apakah mereka masih berkutat dengan kebiasaan bisnis lama yang sewenang-wenang?
Sebuah undang-undang, sesempurna apa pun, hanya akan tetap tertulis jika tidak memiliki syarat-syarat yang diperlukan dan memadai untuk dipraktikkan. Untuk mencapai tujuan penyusunan Undang-Undang Transformasi Digital, perlu berfokus pada tiga pilar utama: berinvestasi pada manusia; membangun dan memperkuat kepercayaan digital; dan secara aktif mempromosikan budaya berani mencoba dan berinovasi. Mekanisme pengujian terkendali perlu ditetapkan dengan pedoman yang jelas dan proses terbuka untuk mendorong budaya berani bertindak, yang meningkatkan peluang keberhasilan model-model baru.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/le-loi-cu-va-so-hoa-post810705.html
Komentar (0)