| Kegembiraan panen buah pir yang melimpah. |
Pada pertengahan Juli, kami tiba di desa Phieng Phang, komune Thuong Minh, tepat pada musim panen buah pir. Di hadapan kami terbentang buah pir besar berwarna keemasan yang menggantung lebat di dahan-dahan pohon. Penduduk setempat memberi tahu kami bahwa pada tahun 2019, Universitas Pertanian dan Kehutanan Thai Nguyen mulai melaksanakan proyek "Penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pada produksi buah pir di Bac Kan".
Melihat bahwa model tersebut sesuai dengan kondisi iklim dan tanah, beberapa rumah tangga di desa Phiêng Phàng secara proaktif mendaftar untuk mencoba menanam varietas pir VH6 di lahan berbukit yang sebelumnya sebagian besar digunakan untuk menanam jagung dan singkong.
Berkat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perawatan yang baik, kebun pir keluarga tersebut berbuah lebat. Meskipun baru tahun ketiga panen, harga jual rata-rata 30.000 - 35.000 VND/kg telah memberikan penghasilan yang tinggi bagi keluarga tersebut.
Tidak hanya keluarga Thanh, tetapi di desa Phieng Phang, masyarakat telah berinvestasi dalam menanam pir varietas VH6 dan beberapa varietas pir lainnya, dengan luas lahan pohon pir yang menghasilkan panen melebihi 5 hektar. Banyak rumah tangga telah mengubah lahan lereng bukit yang sebelumnya digunakan untuk budidaya jagung menjadi lahan pertanian pir, dan hasil awalnya terlihat jelas.
Bapak Trieu Dinh Quang mengatakan: "Pohon pir sangat cocok dengan iklim dan tanah di sini, mudah dirawat, dan tahan terhadap hama dan penyakit. Penduduk desa sangat gembira karena tahun ini panen pir melimpah dan harganya bagus. Mereka fokus pada panen dan penjualan terutama melalui saluran media sosial dan mengirimkannya ke daerah lain di provinsi ini sebagai oleh-oleh."
Menyadari potensi pohon pir, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah daerah telah berkolaborasi dengan Universitas Pertanian dan Kehutanan Thai Nguyen untuk mengembangkan model wisata pertanian inovatif di Phieng Phang, yang mencakup pengalaman memetik pir dan kunjungan ke kebun ekologi.
Koperasi Yen Duong juga turut serta dalam mendukung masyarakat untuk membangun model pertanian pir organik; membangun merek pir Na Pai, mendesain kemasan, dan mengembangkan produk untuk melayani pasar dan wisatawan.
Ibu Ma Thi Ninh, Direktur Koperasi Yen Duong, mengatakan: Koperasi sedang berkoordinasi dengan penduduk desa untuk mendirikan koperasi budidaya pir, membangun merek untuk pir Na Pai, dan menargetkan status produk OCOP dalam waktu dekat.
| Koperasi Yen Duong mendukung anggotanya dalam mengembangkan kemasan untuk produk buah pir. |
Pohon pir semakin menunjukkan kemampuan adaptasinya terhadap iklim, kondisi tanah, dan praktik pertanian masyarakat Phiêng Phàng. Berdasarkan hasil awal ini, masyarakat terus mengubah lahan berbukit yang sebelumnya digunakan untuk budidaya jagung dengan hasil rendah menjadi kebun pir.
Dengan dukungan para ilmuwan, koperasi, dan pemerintah daerah, pohon pir bukan hanya tanaman baru tetapi juga harapan yang hidup dalam perjalanan menuju pengurangan kemiskinan dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di wilayah dataran tinggi ini.
Sumber: https://baothainguyen.vn/kinh-te/202507/le-na-pai-qua-ngot-vung-cao-b2d0476/






Komentar (0)