Piala Dunia 2026 memasuki fase yang sama sekali berbeda. Setelah babak penyisihan grup yang penuh gejolak, 32 tim yang tersisa tidak lagi memiliki kemewahan untuk melakukan kesalahan. Mulai dari sini, hanya satu kekalahan saja sudah cukup untuk mengakhiri mimpi Piala Dunia mereka.
Salah satu aspek unik Piala Dunia tahun ini adalah format babak 32 besar untuk pertama kalinya. Format 48 tim sebelumnya memberikan banyak tim peluang lebih baik, terutama tim yang finis di posisi ketiga. Namun, begitu babak gugur dimulai, semua perhitungan akan tergantikan oleh karakter, momen-momen krusial, dan kemampuan untuk mengatasi tekanan.

Jadwal babak knockout Piala Dunia 2026 yang diikuti 32 tim
Jadwal di bawah ini berdasarkan waktu Vietnam.
| Waktu | Pasangan yang cocok | Lokasi | Catatan |
|---|---|---|---|
| Pukul 02.00 pagi tanggal 29 Juni | Afrika Selatan vs Kanada | Los Angeles/Inglewood | Pertandingan pembuka babak 32 besar. |
| Pukul 00:00 pada tanggal 30 Juni | Brasil vs Jepang | Houston | Ini adalah pertandingan yang sangat dinantikan. |
| Pukul 03.30 pagi tanggal 30 Juni | Jerman vs Paraguay | Boston/Foxborough | Jerman menghadapi lawan yang tangguh. |
| Pukul 8:00 pagi tanggal 30 Juni | Belanda vs Maroko | Monterrey | Pertandingan yang sangat taktis. |
| Pukul 00:00 pada tanggal 1 Juli | Pantai Gading vs Norwegia | kelelawar | Pantai Gading lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya. |
| Pukul 4:00 pagi tanggal 1 Juli | Prancis vs Swedia | New York/New Jersey | Prancis diberi peringkat lebih tinggi. |
| Pukul 8:00 pagi tanggal 1 Juli | Meksiko vs Ekuador | Kota Meksiko | Meksiko, sebagai negara tuan rumah, menghadapi lawan tangguh dari Amerika Selatan. |
| Pukul 23:00 pada tanggal 1 Juli | Inggris vs Republik Kongo | Atlanta | Republik Kongo membuat tonggak sejarah besar pertamanya. |
| Pukul 3:00 pagi tanggal 2 Juli | Belgia vs Senegal | Seattle | Pertandingan yang cepat dan penuh energi. |
| Pukul 7:00 pagi tanggal 2 Juli | AS vs Bosnia & Herzegovina | Santa Clara | Negara tuan rumah AS menghadapi tim peringkat ketiga di Grup B. |
| Pukul 02.00 pagi tanggal 3 Juli | Spanyol vs Austria | Los Angeles/Inglewood | Spanyol menghadapi lawan yang menerapkan gaya permainan pressing tinggi. |
| Pukul 6:00 pagi tanggal 3 Juli | Portugal vs Kroasia | Toronto | Ronaldo menghadapi generasi pemain Kroasia yang berpengalaman. |
| Pukul 10:00 pagi tanggal 3 Juli | Swiss vs Aljazair | Vancouver | Aljazair lolos setelah pertandingan berakhir imbang yang menegangkan. |
| Pukul 1:00 pagi tanggal 4 Juli | Australia vs Mesir | kelelawar | Pertandingan ini berimbang dan sulit diprediksi. |
| Pukul 5:00 pagi tanggal 4 Juli | Argentina vs Tanjung Verde | Miami | Sang juara bertahan menghadapi fenomena baru. |
| Pukul 8:30 pagi tanggal 4 Juli | Kolombia vs Ghana | Kota Kansas | Kecepatan Amerika Selatan bertemu dengan pragmatisme Afrika. |

Brasil vs Jepang: pertandingan yang menjanjikan kejutan.
Brasil tetaplah Brasil: secara teknis berbakat, dengan banyak pemain yang mampu membuat perbedaan, dan selalu memikul beban sebagai kandidat juara. Tetapi Jepang bukan lagi tim yang hanya memasuki babak gugur untuk "belajar."
Tim Jepang memiliki kecepatan, disiplin taktis, dan kemampuan transisi yang sangat baik. Kekuatan mereka terletak pada kemampuan mereka untuk menciptakan ancaman melalui serangan balik cepat, memanfaatkan ruang di belakang bek sayap lawan, bahkan tanpa penguasaan bola yang berlebihan.
Brasil dianggap sebagai favorit, tetapi ini bukanlah pertandingan satu sisi. Jika Jepang mampu mempertahankan formasi bertahan mereka selama 30 menit pertama, dan menekan Brasil, ini bisa menjadi salah satu momen paling menegangkan di babak 32 besar.
Jerman vs Paraguay: Reputasi tidak menjamin kemenangan.
Jerman memuncaki grup, tetapi penampilan mereka di babak penyisihan grup tidak sepenuhnya meyakinkan. Mereka meraih kemenangan yang sangat meyakinkan, tetapi juga memperlihatkan kelemahan saat menghadapi lawan yang tahu cara menekan dan melakukan serangan balik di waktu yang tepat.
Paraguay bukanlah tim yang mencolok, tetapi mereka adalah tipe lawan yang sangat sulit dihadapi di babak gugur. Mereka bisa bermain bertahan, menahan tekanan, menunggu bola kedua, dan membawa permainan ke arah permainan fisik daripada memamerkan keterampilan mereka.
Bagi Jerman, ini bukan hanya tentang mencetak gol di awal pertandingan, tetapi juga tentang mengendalikan risiko setelah kehilangan penguasaan bola. Semakin lama pertandingan berlarut-larut dengan hasil imbang, semakin cepat tekanan psikologis dapat meningkat bagi tim Eropa tersebut.
Belanda vs Maroko: Pertandingan yang menguji struktur dan karakter.
Belanda adalah tim yang terorganisir dengan baik, kuat secara fisik, dan mahir dalam mengontrol ruang. Tetapi Maroko adalah lawan yang sangat istimewa dalam pertandingan sistem gugur. Perwakilan Afrika telah membuktikan bahwa mereka dapat mengubah pertandingan besar menjadi pertarungan semangat, organisasi, dan kegigihan.
Pertandingan ini layak ditonton karena kedua tim mampu mengganggu ritme lawan. Belanda ingin meningkatkan tempo permainan di sisi sayap dan memaksa Maroko keluar dari blok pertahanan mereka. Sebaliknya, Maroko akan mencoba memperlambat permainan, membatasi ruang gerak, dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Gol cepat bisa membuka jalannya pertandingan. Tetapi jika skor imbang setelah babak pertama, pertandingan ini bisa saja berlanjut ke babak tambahan waktu atau adu penalti.
Inggris vs Republik Kongo: Jangan remehkan tim yang baru saja mencetak sejarah.
Inggris dianggap lebih unggul dari Republik Kongo dalam hal kualitas skuad, kedalaman, dan pengalaman. Namun, pertandingan seperti ini bisa dengan mudah menipu. Republik Kongo baru saja meraih kemenangan bersejarah melawan Uzbekistan untuk melaju ke babak 32 besar, dan tim yang bermain dengan semangat tinggi seringkali sangat berbahaya di babak gugur.
Bagi Inggris, risiko terbesar adalah rasa puas diri. Jika tim Thomas Tuchel memulai pertandingan dengan lambat, membiarkan Republik Kongo bertahan terlalu lama, pertandingan bisa menjadi lebih tegang dari yang diperkirakan.
Republik Kongo kemungkinan besar akan bermain dengan mentalitas "tidak ada yang perlu dikhawatirkan". Itu adalah jenis sepak bola yang sangat sulit diprediksi, terutama ketika lawan besar ditempatkan pada posisi di mana mereka dipaksa untuk menang.
Belgia vs Senegal: Bentrokan dua generasi yang penuh emosi.
Pertandingan Belgia vs. Senegal adalah salah satu pertandingan yang paling ditunggu-tunggu di babak 32 besar. Belgia masih memiliki pemain-pemain berpengalaman seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku; Senegal juga memiliki sekelompok pemain veteran seperti Sadio Mané dan Kalidou Koulibaly.
Daya tarik pertandingan ini terletak pada temponya. Senegal memiliki kekuatan fisik, kecepatan, dan kemampuan tekel yang kuat. Belgia memiliki teknik dan pengalaman untuk mengendalikan permainan. Jika Belgia mengontrol bola dengan baik, mereka dapat memaksa Senegal untuk mengejar. Tetapi jika Senegal menciptakan tekanan dari lini depan, pertahanan Belgia akan diuji dengan berat.
Ini adalah pertandingan dengan banyak lapisan cerita: Eropa melawan Afrika, pengalaman melawan kecepatan, dan mungkin salah satu "pertunjukan terakhir" dari beberapa bintang besar.
Spanyol vs Austria: Ujian yang lebih berat dari yang terlihat.
Spanyol memimpin Grup H dan dianggap sebagai tim yang lebih kuat dibandingkan Austria. Namun, Austria bukanlah lawan yang mudah. Tim ini mampu melakukan pressing keras, bersaing sengit, dan menyulitkan lawan untuk membangun permainan dari lini belakang.
Spanyol akan berusaha mengontrol tempo permainan dengan penguasaan bola, tetapi jika Austria terus menekan mereka, mereka akan membutuhkan jeda cepat dari tekanan tersebut. Pertandingan ini mungkin tidak akan menghasilkan banyak gol, tetapi akan sangat menarik untuk disaksikan dari perspektif taktik.
Jika Spanyol mencetak gol lebih awal, situasinya akan menguntungkan. Jika Austria berhasil memperpanjang permainan hingga berakhir imbang, tekanan tersebut bisa menjadi masalah.
Portugal vs Kroasia: Ronaldo, Modric, dan pertandingan yang penuh emosi.
Portugal vs. Kroasia adalah laga yang sangat simbolis. Di satu sisi ada Cristiano Ronaldo, di sisi lain Luka Modric dan generasi pemain Kroasia yang sangat berpengalaman. Ini bukan hanya pertandingan sistem gugur, tetapi juga bentrokan nama-nama yang telah mewarnai hampir dua dekade sepak bola tingkat atas.
Secara teknis, Portugal memiliki lebih banyak opsi menyerang, tetapi Kroasia selalu berbahaya dalam pertandingan yang membutuhkan ketenangan. Mereka tahu bagaimana memperlambat tempo, mempertahankan penguasaan bola, menyeret lawan ke babak tambahan, dan memanfaatkan pengalaman di saat-saat meneggangkan.
Pertandingan ini mungkin tidak akan langsung seru sejak awal, tetapi bisa memanas menjelang akhir. Bagi para bintang senior, setiap momen di babak gugur bisa menjadi tonggak sejarah terakhir mereka di Piala Dunia.
Argentina vs Tanjung Verde: sang juara dan tim underdog.
Pertandingan antara Argentina dan Tanjung Verde adalah salah satu kisah terindah di babak 32 besar. Argentina, sang juara bertahan, memiliki pengalaman, ketenangan, dan skuad yang unggul. Tanjung Verde, di sisi lain, adalah tim kejutan turnamen ini, yang mewakili keindahan Piala Dunia yang diperluas: tim kecil pun masih bisa melangkah ke panggung besar.
Di atas kertas, Argentina adalah favorit yang jelas. Tetapi Tanjung Verde akan memasuki pertandingan ini tanpa beban. Mereka mungkin akan bermain bertahan, dengan beberapa lapis pertahanan, dan menunggu peluang dari bola mati atau serangan balik.
Jika Argentina mencetak gol lebih awal, pertandingan mungkin akan lebih mudah dikendalikan. Tetapi semakin lama Tanjung Verde menjaga gawangnya tetap bersih, semakin besar tekanan pada juara bertahan.
Kolombia vs Ghana: kecepatan, emosi, dan pragmatisme.
Kolombia adalah salah satu tim paling energik di babak penyisihan grup. Mereka memainkan sepak bola cepat dan emosional, serta sering menerima dukungan besar dari para pendukung. Ghana, di sisi lain, adalah lawan yang pragmatis, tidak takut kontak fisik, dan mampu mengendalikan permainan sesuai keinginan mereka.
Pertandingan ini menarik untuk diperhatikan karena dua gaya permainan yang sangat kontras. Kolombia ingin meningkatkan tempo permainan, menyerang dengan kecepatan dan daya ledak. Ghana, di sisi lain, kemungkinan akan memilih pendekatan yang lebih defensif, menunggu kesalahan lawan dan memanfaatkan peluang langsung.
Jika Kolombia mampu tetap fokus, mereka memiliki peluang yang lebih baik. Tetapi jika Ghana mampu memperpanjang permainan hingga berakhir imbang, pertandingan ini bisa menjadi sangat sulit diprediksi.
Babak 32 besar telah dimulai, dan Piala Dunia memasuki fase paling intensnya.
Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 telah penuh dengan cerita: tim-tim besar melaju, tim-tim kecil menunjukkan kemampuan mereka, dan tim-tim peringkat ketiga bertahan berkat gol dan selisih gol. Tetapi babak gugur adalah saat segalanya benar-benar berubah.
Pertandingan antara Brasil vs. Jepang, Belanda vs. Maroko, Belgia vs. Senegal, Portugal vs. Kroasia, Inggris vs. Republik Kongo, dan Argentina vs. Tanjung Verde adalah pertandingan-pertandingan yang sangat dinantikan. Setiap pertandingan memiliki cerita uniknya sendiri: sejarah, karakter, taktik, emosi, dan potensi kejutan.
Mulai dari titik ini, Piala Dunia bukan lagi perlombaan mengumpulkan poin. Ini adalah permainan karakter, momen-momen krusial, dan kemampuan untuk tetap teguh ketika hanya satu pertandingan tersisa untuk menentukan nasib Anda.
Bagan undian Piala Dunia 2026

Sumber: https://baolaocai.vn/lich-knock-out-32-doi-world-cup-2026-chinh-thuc-post902687.html








