Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah mengeluarkan pedoman penyelenggaraan kompetisi prestasi siswa SMA nasional untuk tahun ajaran 2025-2026.
Sesuai rencana, pada tanggal 25 Desember, para kandidat akan mengikuti ujian tertulis dalam mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Sastra, Sejarah, Geografi, Bahasa Inggris, Bahasa Rusia, Bahasa Prancis, Bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, dan ujian pemrograman komputer untuk bidang Informatika.
Pada tanggal 26 Desember, ujian dilanjutkan dengan tes tertulis dalam Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi, tes lisan untuk bahasa asing, dan tes pemrograman komputer untuk Informatika.
Sebelum tanggal 16 Desember, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan akan memberitahukan kepada unit-unit yang berpartisipasi tentang pembentukan dewan pengawas ujian dan penugasan personel untuk berpartisipasi dalam ujian tersebut.

Kompetisi prestasi siswa SMA nasional tahun ini akan diadakan pada tanggal 25-26 Desember 2025 (Gambar ilustrasi).
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mensyaratkan bahwa pengawas ujian Informatika haruslah dosen atau guru yang saat ini mengajar Informatika; dan pengawas ujian bahasa asing haruslah dosen atau guru yang saat ini mengajar bahasa asing. Peraturan ini memastikan penanganan tepat waktu terhadap setiap situasi yang mungkin timbul selama proses ujian.
Untuk tes Berbicara Bahasa Asing, ketika sistem perekaman dimulai, kandidat harus membacakan kode tes dan isi pertanyaan sebelum menjawab. Mereka tidak diperbolehkan membacakan nama lengkap, nomor registrasi, atau mengeluarkan suara apa pun untuk menandai jawaban mereka; pelanggaran apa pun akan mengakibatkan tes berbicara dianggap sebagai pelanggaran peraturan.
Para kandidat wajib berbicara dengan lantang dan jelas selama proses perekaman; pengawas ujian tidak diperbolehkan membuat suara apa pun saat sistem sedang merekam. Jika terjadi insiden seperti pemadaman listrik atau kehilangan koneksi internet, panitia ujian akan menangani situasi tersebut sesuai dengan instruksi dari Komite Pengarah Ujian.
Ujian tahun ini diselenggarakan sesuai dengan Surat Edaran 17/2023/TT-BGDĐT (yang menetapkan Peraturan Ujian Siswa Berprestasi Nasional) dan Surat Edaran 23/2025/TT-BGDĐT (yang mengubah dan menambah). Dengan demikian, setiap unit peserta dapat mendaftarkan maksimal 10 kandidat untuk setiap mata pelajaran, kecuali Hanoi yang dapat mendaftarkan maksimal 20 kandidat.
Daerah yang telah mengalami penggabungan administratif di tingkat provinsi diperbolehkan untuk menambah jumlah kandidat sesuai dengan jumlah provinsi sebelum penggabungan. Misalnya, Kota Ho Chi Minh, yang sebelum penggabungan diperbolehkan mendaftarkan 20 kandidat, kini memiliki 40 kandidat karena penggabungan dua provinsi tambahan.
Peraturan baru ini juga menambahkan ketentuan khusus mengenai fasilitas dan peralatan untuk mata pelajaran khusus seperti Informatika dan Bahasa Asing. Untuk Informatika, kandidat akan mengikuti ujian di ruangan terpisah, dengan komputer yang terisolasi dan tidak terhubung ke perangkat atau peralatan apa pun di dalam atau di luar ruang ujian.
Untuk mata pelajaran Bahasa Asing, selama ujian tertulis, setiap mata pelajaran diberikan ruang ujian terpisah yang dilengkapi dengan pemutar CD dan pengeras suara, dan tersedia setidaknya dua set peralatan cadangan untuk semua ruang ujian. Ujian lisan dilakukan sesuai dengan pedoman terperinci dari Kementerian Pendidikan dan Pelatihan.
Sumber: https://vtcnews.vn/lich-thi-hoc-sinh-gioi-quoc-gia-thpt-2025-ar986419.html






Komentar (0)