Menurut surat kabar Bild, lebih dari 150 petugas polisi dan penyidik secara tak terduga menggerebek markas besar DFB. Investigasi tersebut berfokus pada tuduhan favoritisme terhadap tamu-tamu tertentu selama Jerman menjadi tuan rumah EURO 2024.
Kecurigaan tersebut berpusat pada alokasi ilegal tiket pertandingan, kamar hotel, dan fasilitas terkait lainnya kepada individu-individu yang memiliki "hubungan dekat."

Tidak hanya markas besar DFB yang digeledah, tetapi para penyelidik juga memeriksa balai kota dan kantor administrasi di daerah-daerah yang menjadi tuan rumah pertandingan EURO 2024.
Lingkup penyelidikan menunjukkan bahwa pihak berwenang sedang mengklarifikasi tanggung jawab entitas terkait dalam penyelenggaraan turnamen, alih-alih hanya berfokus pada badan pengatur sepak bola Jerman.
Herbert Reul, Menteri Dalam Negeri Rhine Utara-Westphalia, menegaskan bahwa setiap penerimaan tunjangan yang tidak semestinya di sektor publik akan ditindak tegas.
"Tiket sepak bola bukan bagian dari gaji. Siapa pun di layanan publik yang mengharapkan suap akan berhadapan dengan kami," tegas Herbert Reul.
Menurut Bapak Reul, acara olahraga besar hanya dapat sukses jika mampu menjaga kepercayaan publik. Oleh karena itu, pihak berwenang tidak akan membiarkan kepercayaan tersebut terkikis oleh favoritisme seperti undangan, tiket sepak bola, atau hak istimewa yang diberikan kepada kelompok-kelompok tertentu.

Insiden tersebut menambah kesuraman pekan ini bagi sepak bola Jerman. Juara dunia empat kali itu kalah dari Paraguay di babak 32 besar setelah adu penalti, menandai kekalahan pertama mereka dalam adu penalti di Piala Dunia.
Kekalahan ini semakin memperpanjang kemerosotan sepak bola Jerman sejak kemenangan mereka di Piala Dunia 2014.
Tim Jerman, yang sebelumnya tersingkir di babak penyisihan grup pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan Piala Dunia 2022 di Qatar, mengalami kekalahan menyakitkan dari Paraguay, menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
DFB belum mengeluarkan komentar resmi, dan pihak berwenang yang melakukan penyelidikan belum mengumumkan kesimpulan mereka mengenai masalah ini.
Namun, langkah ini menambah tekanan signifikan pada badan pengatur sepak bola Jerman, yang sudah berada di bawah pengawasan ketat setelah bertahun-tahun tim nasional gagal memenuhi harapan.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/lien-doan-bong-da-duc-bat-ngo-bi-kham-xet-post783560.html





























































