Pertandingan dimulai dengan tempo sedang di babak pertama. Sunderland bermain energik, dengan kiper Alisson Becker harus melakukan penyelamatan dari tembakan berbahaya Trai Hume dan tendangan bebas Robin Roefs. Namun, Liverpool secara bertahap mendapatkan kembali kendali permainan.
Florian Wirtz menjadi sorotan serangan tim tamu. Bintang Jerman itu melepaskan tembakan jarak jauh yang memaksa kiper Roefs melakukan penyelamatan, dan bola kemudian membentur tiang gawang. Bek tengah Virgil van Dijk juga memiliki peluang dari sepak pojok tetapi sundulannya melambung di atas mistar gawang. Sunderland bertahan dengan disiplin dan menjaga gawang tetap bersih hingga babak pertama berakhir.
Titik balik terjadi pada menit ke-61. Dari tendangan sudut Mohamed Salah, Van Dijk menyundul bola ke arah gawang. Bola memantul dari kepala Habib Diarra di tiang jauh dan masuk ke gawang. Liverpool memecah kebuntuan setelah lebih dari satu jam permainan yang berlangsung sengit.
Setelah kebobolan, Sunderland mencoba menyerang. Nilson Angulo dan Hume memiliki beberapa momen bagus tetapi gagal menciptakan peluang yang jelas. Sebaliknya, Liverpool terus mengancam dengan serangan dari Wirtz dan Salah.
Tim tamu mengalami kemunduran ketika Wataru Endo harus meninggalkan lapangan dengan tandu karena cedera, dan Joe Gomez masuk sebagai pemain pengganti. Meskipun demikian, Liverpool tetap mempertahankan soliditas pertahanan mereka dan mengendalikan tempo permainan.
Kemenangan 1-0 memperpanjang rekor tak terkalahkan Liverpool melawan Sunderland menjadi 12 pertandingan. Lebih penting lagi, mereka meraih tiga poin dalam perebutan empat besar dan menegaskan ketahanan mereka pada tahap krusial musim ini.
Sumber: https://znews.vn/liverpool-chi-con-kem-mu-3-diem-post1626748.html






Komentar (0)