Kecerdasan buatan (AI) memainkan peran penting dalam kehidupan dan semakin menggantikan banyak pekerjaan manusia. Menanggapi hal ini, seorang reporter dari surat kabar Nguoi Lao Dong mewawancarai Bapak Nguyen Xuan Son, Direktur Layanan Alih Daya dan Penyewaan Tenaga Kerja di Vietnam Selatan - ManpowerGroup Vietnam.
Reporter: Bagaimana Anda menilai tren terkini di mana banyak bisnis mengadopsi AI?
- Bapak NGUYEN XUAN SON: Dengan perkembangan teknologi dan investasi besar dari perusahaan teknologi besar, AI telah membantu orang mensintesis informasi, menganalisis data besar, dan mengidentifikasi tren serta memberikan saran untuk membantu orang membuat keputusan yang tepat dengan lebih mudah dan cepat. Banyak pekerjaan di dunia bisnis saat ini, seperti layanan pelanggan, pemasaran, dan penulisan konten, sangat didukung oleh AI. Bahkan, AI dapat mengungguli manusia dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. AI, bersama dengan teknologi robotika di pabrik, membantu orang memproduksi komponen dan produk secara massal melalui proses otomatis yang efisien.
Di bidang sumber daya manusia, banyak perekrut telah menggunakan AI untuk menyaring banyak resume yang tidak sesuai atau yang memiliki kesalahan gaya dan ejaan sederhana. Selain itu, perekrut menggunakan ChatGPT untuk menemukan pertanyaan wawancara dan memprediksi jawaban kandidat. Di sisi lain, kandidat dapat memanfaatkan ChatGPT untuk meninjau atau membuat resume yang menarik. Sebelum AI, kandidat biasanya menyempurnakan resume mereka secara manual agar sesuai dengan setiap pekerjaan dan posisi. Proses ini memakan waktu, tetapi sekarang mereka dapat melakukannya dengan lebih baik dan lebih cepat berkat AI.
Mungkinkah AI menggantikan pekerjaan manusia di masa depan?
Sebelumnya, AI terutama digunakan untuk tugas-tugas tradisional, sederhana, terstruktur, dan dapat diprediksi. Namun, dengan kemajuan teknologi yang pesat, AI kini dapat menganalisis data besar, mendukung pengambilan keputusan, dan mengotomatiskan proses; dengan mudah menangani masalah kompleks yang sebelumnya hanya dikendalikan oleh manusia. Lebih jauh lagi, AI memberikan wawasan dengan menggunakan kumpulan data besar untuk memprediksi kemungkinan hasil. Menurut laporan *The New Human Age* dari ManpowerGroup, lebih dari 80% bisnis telah meningkatkan fokus mereka pada transformasi digital pasca-COVID-19, menjadikan teknologi digital sebagai salah satu sektor yang paling menjanjikan untuk pertumbuhan.
Para pekerja terus meningkatkan keterampilan mereka untuk mengamankan pekerjaan mereka. Foto: HONG DAO
Saat ini, AI telah menjadi alat yang ampuh di banyak bidang, membawa manfaat signifikan dalam manufaktur, layanan pelanggan, keuangan dan perbankan, ritel, dan e-commerce. Namun, tugas-tugas yang membutuhkan pemikiran kreatif dan interaksi sosial tetap menjadi area di mana manusia jauh melampaui AI. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, AI akan semakin maju di masa depan dan mampu melakukan tugas-tugas yang lebih kompleks.
Apa saja yang perlu dipersiapkan para pekerja agar dapat mengamankan pekerjaan mereka, Pak?
- Untuk menghindari tergantikan, para pekerja perlu meningkatkan keterampilan profesional dan soft skill mereka, terus belajar, berinovasi, dan memperbarui diri tentang isu-isu baru di bidang pekerjaan mereka. Orang dapat memandang AI sebagai pendamping, memanfaatkan karakteristik unggulnya seperti kemampuan untuk mencari dan menganalisis big data untuk meningkatkan efisiensi kerja dan mengurangi upaya pekerja di berbagai bidang.
Interaksi dan kolaborasi cerdas antara manusia dan AI memastikan bahwa teknologi ini tidak menggantikan, melainkan berfungsi sebagai alat yang ampuh untuk membantu pekerja mencapai tujuan kerja mereka dan memecahkan masalah dengan cepat dan efisien. Sangat penting bagi manusia untuk terus mengembangkan dan memanfaatkan AI secara cerdas, bekerja berdampingan dengan teknologi ini untuk memberikan nilai dan hasil yang bermanfaat bagi dunia .
Sumber: https://nld.com.vn/cong-doan/lo-mat-viec-vi-ai-20230715205227456.htm






Komentar (0)