Burung murai seringkali memiliki bulu berwarna biru, putih, dan hitam yang indah dan sulit diabaikan. Mereka mungkin mencuri makanan dan telur dari burung lain dan meniru suara burung lain.
Tungau memakan serangga umum dan hewan kecil seperti invertebrata, amfibi, dan beberapa spesies lainnya, dan terkadang juga memakan buah dan beberapa biji.
Burung jay membangun sarangnya di pohon-pohon besar dan semak-semak; sarangnya relatif dangkal. Biasanya ia bertelur 3-5 butir. Mereka sangat pandai meniru nyanyian spesies lain, sehingga suara mereka sangat beragam dan kompleks, tetapi yang paling umum adalah suara bernada tinggi, seperti siulan atau suara seruling.
Kalajengking India tersebar luas di wilayah utara subkontinen India di sebelah barat Himalaya, Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam. Saat dewasa, panjang tubuhnya, termasuk ekor, mencapai sekitar 65-68 cm, dan beratnya diperkirakan antara 196-232 g.
Seekor burung murai (Gambar dari Internet)
Baru-baru ini, Universitas Cambridge menerbitkan penelitian yang menunjukkan bahwa burung jay memiliki kemampuan pengendalian diri yang setara dengan manusia.
Secara spesifik, dalam percobaan tersebut, burung murai diberi berbagai makanan, tetapi agar dapat memakan lebih banyak makanan yang enak (cacing), mereka harus melewatkan makanan yang kurang enak (roti) dan menunggu lebih lama.
Setelah menyadari bahwa mereka akan menerima hadiah besar jika menunggu lebih lama, burung-burung itu menerima tantangan tersebut.
Burung murai terkenal sebagai salah satu spesies burung paling cerdas. Jadi, apa yang membuat mereka begitu istimewa?
Para peneliti menggunakan teknik baru untuk memperkirakan jumlah neuron yang terkonsentrasi di bagian otak burung yang disebut pallium.
Pallium pada burung dapat dibandingkan dengan korteks serebral pada manusia atau mamalia, yaitu bagian otak yang terlibat dalam memori, pembelajaran, penalaran, dan pemecahan masalah.
Meskipun pallium burung tidak memiliki lapisan korteks serebral yang sama seperti mamalia, lapisan-lapisan ini saling terhubung secara terorganisir, sehingga menghasilkan tingkat kemampuan kognitif yang sebanding antara spesies berbulu dan mamalia.
Ketika sebuah tim peneliti dari Universitas McGill, Kanada, melakukan studi terhadap 111 spesies burung dan mengumpulkan informasi dari lebih dari 4.000 metode mencari makan yang berbeda, mereka menemukan bahwa burung-burung dengan konsentrasi neuron yang tinggi di pallium adalah yang paling kreatif.
Erythroryncha, yang secara ilmiah dikenal sebagai Urocissa Erythroryncha, adalah sejenis burung gagak. Burung ini juga sangat populer sebagai hewan peliharaan karena penampilannya yang sangat berwarna-warni.
Quoc Tiep (dikompilasi dari Surat Kabar Nghe An , ANTĐ, Kien Thuc)
Sumber








