Menurut HK01 , di usia 60 tahun, Li Ruotong masih aktif berkarier di bidang seni. Namun, alih-alih tampil dalam serial televisi panjang seperti sebelumnya, baru-baru ini ia lebih aktif berpartisipasi dalam film pendek, genre yang sedang booming di Tiongkok .
Dalam drama "The Lady Who Deals with the Disobedient 4 ," Li Ruotong memerankan Xue Xianglan, seorang nenek yang berkemauan keras dan tegas yang selalu melindungi menantunya dan mendisiplinkan cucunya yang nakal. Citra ini sangat berbeda dari kecantikan nan anggun Xiaolongnu yang menjadikannya salah satu ikon kecantikan klasik televisi Tiongkok.
Kemunculan aktris tersebut dalam proyek film pendek dengan cepat memicu kontroversi di media sosial. Beberapa penonton berpendapat bahwa fakta bahwa mantan bintang papan atas kini berpartisipasi dalam genre yang dianggap "makanan cepat saji" menunjukkan penurunan kariernya.
Li Ruotong angkat bicara
Menanggapi komentar negatif, Li Ruotong tetap cukup tenang. Dalam sebuah wawancara dengan media Tiongkok, yang dikutip oleh HK01 , aktris tersebut menegaskan bahwa ia tidak setuju dengan pandangan yang membagi serial televisi ke dalam kategori berbeda berdasarkan kualitas.
"Saya seorang aktris, bukan peri," tegasnya saat berbicara tentang ekspektasi publik terhadap dirinya.

Penampilan Li Ruotong dalam film pendek tersebut.
FOTO: TANGKAPAN LAYAR DARI FILM PENDEK "WANITA YANG BERURUSAN DENGAN ORANG-ORANG YANG TIDAK PATUH 4"
Menurut Li Ruotong, tugas seorang aktor adalah menghayati karakter dan menceritakan kisah dengan meyakinkan. Genre karya atau panjangnya bukanlah faktor penentu nilai profesional seorang seniman.
Aktris tersebut menyatakan bahwa perhatian utamanya saat menerima sebuah proyek adalah kualitas naskah dan daya tarik karakternya. Jika peran tersebut menginspirasi kreativitas, ia bersedia mencobanya, baik itu film layar lebar, serial televisi, atau film pendek.
Perspektif Li Ruotong mencerminkan pergeseran signifikan di pasar hiburan Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir. Dari genre yang dulunya dianggap sebagai hiburan murah, film pendek kini menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri konten digital negara tersebut.
Menurut South China Morning Post , industri film pendek di Tiongkok telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir dan diproyeksikan mencapai sekitar 100 miliar yuan pada tahun 2025. Perkembangan pasar yang cepat ini telah menarik partisipasi dari berbagai platform konten dan perusahaan produksi besar.
Genre ini tidak hanya menarik aktor muda tetapi juga menampilkan banyak bintang terkenal. China Daily mencatat bahwa batasan antara film tradisional dan film pendek secara bertahap semakin kabur seiring dengan pergeseran kebiasaan konsumsi konten penonton ke arah perangkat seluler.
Di forum online untuk penggemar film Tiongkok, banyak pendapat yang menyatakan bahwa partisipasi artis terkenal dalam film pendek tidak berarti kehilangan status. Sebaliknya, itu adalah cara untuk beradaptasi dengan pasar hiburan yang berubah dan kebutuhan penonton.
Daya tarik genre film ini kini telah meluas hingga ke luar China. Para ahli percaya bahwa penggunaan smartphone yang meluas dan kebiasaan mengonsumsi konten pendek mendorong tren ini secara global.
Bagi Li Ruotong, kontroversi tampaknya tidak terlalu memengaruhi pilihan kariernya. Setelah berkarier panjang di dunia seni, aktris ini menunjukkan bahwa ia tidak ingin dibatasi oleh kejayaan masa lalu atau citra Xiaolongnu yang membuatnya terkenal.
Alih-alih berusaha mempertahankan citra "dewi peri" dalam ingatan penonton, Li Ruotong memilih untuk terus menantang dirinya sendiri dengan peran-peran baru, baik di layar lebar, televisi, maupun dalam episode yang hanya berdurasi beberapa menit.
Sumber: https://thanhnien.vn/ly-nhuoc-dong-dap-tra-khi-bi-che-het-thoi-18526060907562347.htm








