Layar OLED Layar OLED kini telah menjadi standar baru untuk ponsel pintar dan secara bertahap menggantikan teknologi LCD. Namun, banyak orang masih khawatir tentang masa pakai dan kualitas layar jenis ini, terutama masalah retensi gambar yang merupakan masalah utama pada layar OLED generasi lama.

Menurut para ahli, panel OLED saat ini dirancang dengan masa pakai sekitar 100.000 jam, setara dengan lebih dari 11 tahun penggunaan terus menerus. Ini merupakan lompatan signifikan dibandingkan dengan masa-masa awal teknologi OLED, ketika masa pakai layar OLED hanya sekitar 36.000 jam pada tahun 2013.
Namun, bukan berarti layar akan mempertahankan kualitasnya selamanya. Piksel organik pada layar OLED dapat aus seiring waktu, yang menyebabkan penurunan bertahap pada kecerahan maksimum. Meskipun banyak perusahaan menawarkan garansi untuk cacat produksi, garansi tersebut biasanya tidak mencakup keausan alami. Ini adalah fenomena yang dikenal sebagai retensi gambar. Apple bahkan membantah bertanggung jawab, dengan menyatakan bahwa pergeseran warna kecil seiring waktu adalah hal normal pada layar OLED.
Ketika retensi gambar bukan lagi masalah utama pada layar OLED.
Retensi gambar terjadi ketika gambar statis tercetak secara permanen di layar. Meskipun ini merupakan masalah potensial pada layar OLED mana pun, biasanya hanya muncul dalam skenario penggunaan ekstrem. Pengguna dapat mengurangi risiko ini dengan menggunakan Mode Gelap, menghindari layar menyala terus-menerus, dan menahan diri untuk tidak menggunakan aplikasi yang sama dalam waktu lama.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Cleaner Production, kerusakan layar (burn-in) pada layar OLED bukanlah alasan umum untuk penggantian perangkat. Sebaliknya, ponsel lebih sering terpengaruh oleh masalah lain seperti terjatuh atau kehilangan sinyal. Perbarui perangkat lunak.
Dalam praktiknya, meskipun burn-in layar merupakan masalah potensial pada layar OLED, hal ini umumnya lebih umum terjadi pada TV dan monitor PC ketika konten statis ditampilkan dalam waktu lama. Sebaliknya, ponsel pintar dirancang untuk waktu penggunaan aplikasi yang lebih singkat, sehingga pengguna layar OLED dapat mengharapkan masa pakai layar yang sebanding dengan layar ponsel lainnya, asalkan mereka mengambil tindakan pencegahan untuk menghindari burn-in.
Sumber: https://baotayninh.vn/man-hinh-oled-tren-smartphone-dung-duoc-bao-lau-147585.html








Komentar (0)