
Saat masih kecil, setiap kali saya berdiri di depan pintu rumah saya dan melihat ke luar, mata orang-orang di rumah-rumah di seberang seolah-olah balas menatap dan mengobrol dengan saya.
Ingatan saya juga mencakup "halaman dan sudut langit." Itu adalah halaman tengah rumah. Di sana, sebuah sumur yang sejuk dan jernih, kolam ikan kecil dengan bebatuan berlumut yang dinaungi tanaman hias, hampir menjadi hal yang biasa di halaman tengah rumah tua itu.

Sekitar pukul 2 siang, saat matahari terbenam, sesekali ikan akan berenang, kucing akan minum air, atau angin sejuk dari selatan akan bertiup melintasi halaman.
Air beriak, memantul dari pilar dan dinding rumah dalam tarian cahaya yang berkilauan. Saya sering menikmati pemandangan ini.
Banyak penelitian telah dilakukan mengenai makna "lubang intip pintu" dan "jendela atap" pada rumah-rumah tua di Hoi An. Namun, masyarakat Hoi An memiliki cara berpikir mereka sendiri yang unik.
Bingkai jendela di Hoi An selalu dianggap sebagai benda suci.
Pintu itu dapat melihat pikiran dan tindakan, baik yang baik maupun yang jahat, menciptakan efek pencegah dan pendorong bagi tamu yang mengunjungi rumah. Bagi anggota keluarga, "mata" pintu seolah mengikuti setiap orang saat mereka pergi atau kembali, terus-menerus mengingatkan mereka untuk menjunjung tinggi integritas dan kebaikan tradisi keluarga.

Jendela atap adalah tempat di mana orang merasa lebih dekat dengan alam. Warga Hoi An menggunakan ruang ini untuk bersantai dan merenungkan kehidupan.
Mulai dari anggota keluarga hingga tamu perorangan, ruangan ini menciptakan suasana yang lebih terbuka dan akrab dibandingkan dengan suasana makan atau ruang keluarga.
Sepertinya kenangan dan momen di rumah tua di Hoi An itu adalah "lensa fotografi" pertama yang menuntun saya menjadi fotografer Dang Ke Dong...
Pria yang memegang jiwa kota tua itu
Dang Ke Dong dijuluki "pria yang menangkap jiwa kota kuno" oleh para fotografer di seluruh negeri. Ia telah mengukir ceruknya sendiri dalam fotografi, berfokus pada suasana jalanan Hoi An. Dang Ke Dong juga merupakan salah satu fotografer seni pertama di Hoi An, sejak tahun 1980-an.

Foto-foto artistiknya mencerminkan berbagai dimensi budaya Hoi An. Mulai dari atap yang lapuk diterpa hujan dan kabut selama berabad-abad, dinding berlumut, atap pelana, lampu jalan yang berkelap-kelip di kota tua, hingga orang-orang yang membawa tiang di lorong-lorong Hoi An, semuanya menjadi momen yang hidup… dalam foto-foto Dang Ke Dong.
Mengenai detail seperti bingkai jendela dan jendela atap, Dang Ke Dong telah menorehkan namanya dengan karya-karya luar biasa. Pada awal tahun 1990-an, "Dermaga Aneh"—sebuah foto yang menangkap gambar perahu yang berlabuh di bawah bingkai jendela rumah kuno Tan Ky selama musim banjir di Hoi An—dipilih untuk pameran foto di Kota Ho Chi Minh . Ini adalah foto pertama yang membawa Dang Ke Dong ke jalur fotografi artistik.
Pada tahun 2005, karya Dang Ke Dong yang berjudul "Secret Love" - menggambarkan momen yang diabadikan dalam cahaya di atrium sebuah rumah tua - memberinya Medali Perak di Pameran Fotografi Internasional yang diselenggarakan oleh Asosiasi Seniman Fotografi Vietnam.
Selain itu, berkat Dang Ke Dong, hampir semua fotografer di provinsi Quang Nam dan di seluruh negeri kemudian menciptakan foto-foto artistik mereka sendiri yang menggambarkan ruang budaya Hoi An... ( XUAN HIEN )
Sumber






Komentar (0)