![]() |
Mbappe dituduh berbohong. Foto: Reuters . |
Pada 25 Maret, Mbappe membantah tuduhan dari jurnalis Prancis Daniel Riolo bahwa Real Madrid telah salah mendiagnosis dan salah menangani lututnya. Striker Prancis itu menegaskan: “Dengan Real Madrid, kami selalu berkomunikasi dengan sangat jelas, baik di Madrid maupun Paris, di mana saya selalu ditemani dokter dan fisioterapis.”
Namun, menurut Riolo, terlepas dari bantahan publik Mbappe, informasi tentang tim medis Real Madrid yang salah mendiagnosis lututnya sepenuhnya masuk akal.
Berbicara di RMC Sport , Riolo menekankan: “Apa yang telah kami laporkan telah dikonfirmasi dari berbagai sumber. Ini bukan informasi palsu. Terus terang saja, dia berbohong. Saya percaya ini adalah skema yang direncanakan dengan Real Madrid. Mbappe tidak ingin merugikan kepentingan klub.”
Insiden tersebut dilaporkan bermula ketika Riolo mengungkapkan bahwa tim medis Real Madrid telah salah mengidentifikasi lokasi cedera, memaksa Mbappe untuk kembali ke Prancis untuk pemeriksaan ulang. Dari situ, pertanyaan tentang kompetensi profesional klub dan penanganan informasi mulai menyebar.
Tidak berhenti sampai di situ, jurnalis Prancis itu semakin meningkatkan ketegangan dengan menyatakan: "Ini adalah strategi yang menipu. Mereka mencoba menutupi kesalahan yang konyol. Mengapa tidak memilih cara yang jujur?"
Di luar aspek profesional, cerita ini juga menyentuh isu yang lebih sensitif: akankah Mbappe memprioritaskan kontribusinya untuk Real Madrid atau tim nasional Prancis di tengah kontroversi yang semakin meningkat?
"Semua orang tahu yang sebenarnya. Real Madrid telah mempermalukan diri sendiri dalam urusan ini," pungkas Riolo.
Sumber: https://znews.vn/mbappe-bi-to-doi-tra-post1638228.html







Komentar (0)