Sebenarnya, tidak perlu menghindari minuman ini sepenuhnya; cukup kuasai beberapa tips sederhana untuk memuaskan selera Anda sekaligus mengurangi beban pada kesehatan Anda.
Hindari 'jebakan potensial', teh murni lebih aman.
"Jebakan" bubble tea seringkali tersembunyi pada teh dasarnya; banyak bubble tea murah menggunakan krim (bubuk lemak nabati) alih-alih susu, sementara bubuk lemak nabati mungkin mengandung asam lemak trans, yang jika dikonsumsi dalam jangka panjang, dapat meningkatkan beban pada sistem kardiovaskular.
Idealnya, saat memesan minuman ini, prioritaskan teh susu yang terbuat dari "teh murni + susu segar," misalnya, teh hitam, teh hijau, atau teh oolong (teh-teh ini secara alami menyegarkan dan rasanya enak dengan susu segar), dan mintalah dengan jelas "tanpa krim/bubuk lemak nabati" untuk mengurangi asupan asam lemak trans Anda.
Pengendalian jalan
Saat minum bubble tea, mengurangi gula adalah kuncinya, dan menggunakan pemanis alami sebagai gantinya. Secangkir bubble tea biasa dapat mengandung lebih dari 10 kubus gula; mengonsumsinya dalam jangka panjang tidak hanya mudah menyebabkan kenaikan berat badan tetapi juga dapat memberi tekanan pada pankreas.
Pilih opsi "bebas gula" atau "rendah gula" secara langsung (banyak kedai bubble tea menawarkan tingkat kemanisan sedang untuk "rendah gula," tidak terlalu hambar). Jika kurang manis, jangan tambahkan sirup buatan; coba tambahkan 1-2 sendok teh madu (pemanis alami, juga mengandung sedikit vitamin) yang lebih sehat daripada pemanis buatan.
Pilihlah bahan-bahan Anda dengan bijak: Ganti bahan-bahan dengan tepat dan kurangi kalori hingga setengahnya.
Bahan tambahan dalam bubble tea adalah "pembunuh kalori": mutiara tapioka (pati + gula), jeli kelapa (direndam dalam gula), dan mutiara tapioka kembung (dilapisi gula). Setiap porsi tambahan dapat menambah 50-100 kalori.
Alternatif terbaik adalah beralih ke bahan-bahan yang rendah kalori dan gula.
- Jeli rumput laut hampir bebas kalori, memiliki tekstur yang lembut, dan aroma alami yang halus;
Jelly rendah kalori, tinggi serat, memiliki tekstur kenyal, menimbulkan rasa kenyang, dan lebih sehat daripada mutiara tapioka.
Cobalah untuk membatasi jumlah bahan sebisa mungkin, dan hindari menggunakan terlalu banyak topping.
Kontrol kuantitas
Sebaiknya minum dalam gelas kecil dan menyeruput perlahan; tips ini membantu mengurangi konsumsi berlebihan. Satu gelas besar bubble tea biasanya mengandung lebih dari 500 kalori (setara dengan 2 mangkuk nasi), dan meminumnya sekaligus dapat dengan mudah menyebabkan Anda melebihi batas kalori yang diizinkan.
Pilihlah cangkir kecil (300-400 ml), dan minumlah perlahan. Jangan menenggak semuanya sekaligus; minum secara bertahap memungkinkan Anda untuk menikmati rasa manisnya sambil memberi otak waktu untuk merasakan "rasa kenyang," sehingga mencegah Anda minum terlalu banyak secara tidak sengaja.
Pengobatan setelah minum
Sekalipun Anda memesan teh susu dengan cara yang dijelaskan di atas, kandungan kalori dan kafein dalam minuman ini tidak rendah, jadi Anda perlu mengambil beberapa tindakan pencegahan kecil setelah meminumnya:
- Minum banyak air: Setelah minum bubble tea, minumlah 1-2 gelas air hangat untuk mengencerkan gula, meningkatkan metabolisme, dan mengurangi mulut kering yang disebabkan oleh kafein.
- Olahraga ringan: Setelah setengah jam, Anda bisa berjalan kaki (sekitar 20 menit), atau menaiki beberapa anak tangga. Aktivitas ringan membantu membakar kalori dan mencegah penumpukan energi.
Prinsip utama minum bubble tea sebenarnya adalah "keseimbangan." Tidak perlu memaksakan diri untuk berhenti sepenuhnya; cukup dengan memperhatikan bahan-bahan dan mengontrol ukuran porsi saat memilih dapat meminimalkan risiko kesehatan.
Sebenarnya, menikmati secangkir bubble tea sesekali adalah kenikmatan kecil dalam hidup. Namun, penting untuk dicatat bahwa kecanduan bubble tea berasal dari stimulasi gabungan gula, lemak, dan kafein pada sistem penghargaan otak. Memilih bubble tea dengan susu segar dan tanpa tambahan gula dapat mengurangi risiko kesehatan hingga 50%.
Mengonsumsi tidak lebih dari dua cangkir bubble tea per minggu dianggap aman, dan alternatif yang disebutkan di atas juga dapat memberikan solusi berkelanjutan. Mulai hari ini, ubah "kecanduan bubble tea" Anda menjadi "rasa ingin tahu tentang kesehatan"; Anda bisa mencoba secangkir yogurt buah buatan sendiri—Anda mungkin akan menemukan bahwa rasa alami juga membawa kebahagiaan.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/meo-bao-ve-suc-khoe-danh-cho-tin-do-tra-sua-post778526.html









