![]() |
| Menghias topi kerucut - aktivitas menyenangkan untuk dinikmati selama Tết. |
Kenangan akan pedesaan dan cita rasa tradisional
Menjelang Tahun Baru Imlek Tahun Kuda 2026, Kelurahan Kim Long sibuk mempersiapkan program "Kim Long Tet - Tempat Tradisi Bersinar," yang akan diadakan dari tanggal 7 hingga 10 Februari. Persiapan tersebut tidak hanya terbatas pada tugas-tugas organisasi, tetapi juga mencakup menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan Tet yang sudah familiar, yang berakar kuat dalam ingatan dan gaya hidup masyarakat setempat sejak lama.
Menurut Bapak Le Van Thin, Wakil Ketua Komite Rakyat Kelurahan Kim Long, program ini diharapkan menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali kegiatan tradisional Tet yang telah erat kaitannya dengan kehidupan penduduk Kim Long selama beberapa generasi. Mulai dari nampan manisan Tet dan sepanci banh chung (kue beras tradisional) yang mengepul hingga kerajinan tradisional, semuanya akan dipamerkan di ruang yang dipenuhi dengan semangat pedesaan di sepanjang Sungai Perfume.
Kim Long bertujuan untuk menciptakan ruang Tet (Tahun Baru Imlek) yang intim dan kaya akan budaya, di mana penduduk dan wisatawan dapat menemukan kembali ritme Tet yang lambat dan hangat di tengah kehidupan perkotaan yang semakin sibuk. Kompetisi membuat selai, membungkus, dan memasak banh chung dan banh tet (kue Tet tradisional) diharapkan dapat menyatukan perwakilan dari berbagai wilayah permukiman, menekankan interaksi, koneksi, dan pewarisan nilai-nilai tradisional Tet.
Bersamaan dengan itu, stan-stan yang memajang produk lokal dipilih dengan cermat, dengan memprioritaskan produk tradisional untuk Tết seperti selai jahe, kue bercorak, dupa, topi daun palem, ao dai (pakaian tradisional Vietnam), ukiran kayu halus, dan produk pertanian lokal. Panitia menetapkan persyaratan yang jelas mengenai asal produk, daftar harga publik, dan ramah lingkungan, dengan tujuan menciptakan suasana Tết yang hijau dan beradab.
Yang sangat dihargai Kim Long pada musim Tết kali ini adalah aspek komunitas. Produk dari kegiatan dan kompetisi berbasis pengalaman akan disumbangkan ke kuil-kuil bersejarah di desa tersebut: Kuil Kim Long, Kuil Xuan Hoa, dan Kuil Van Xuan; dan juga akan dibagikan kepada keluarga miskin dan hampir miskin di daerah tersebut. Oleh karena itu, Tết bukan hanya waktu untuk berkumpul bersama keluarga, tetapi juga waktu untuk menyebarkan semangat saling mendukung dan kepedulian.
Phu Xuan dengan suasana "Cita Rasa Kekaisaran"-nya.
Sementara itu, distrik Phu Xuan sedang giat mempersiapkan program "Phu Xuan Tet - Cita Rasa Kota Kekaisaran", yang akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 8 Februari, dengan suasana Tet tradisional yang mencerminkan ciri khas ibu kota kekaisaran, serta berkontribusi dalam mempromosikan tanah warisan Phu Xuan kepada penduduk setempat dan wisatawan.
Area acara membentang dari Taman Thuong Bac hingga area Quoc Tu Giam, Lapangan Ham Nghi, dan Jalan 23 Agustus – lokasi-lokasi penting yang terkait erat dengan sejarah, budaya, dan kehidupan perkotaan Hue . Pemilihan lokasi-lokasi ini bertujuan untuk memfasilitasi kunjungan dan pengalaman, mengubah situs-situs warisan budaya menjadi latar belakang yang semarak untuk perayaan Tet.
Ibu Vo Thi Phuong Khanh, Kepala Departemen Kebudayaan dan Urusan Sosial Komite Rakyat Distrik Phu Xuan, mengatakan bahwa program tahun ini bertema "Cita Rasa dan Warna Kota Kekaisaran," menekankan dua elemen inti yang membentuk identitas Tet (Tahun Baru Imlek) Hue. "Warna" diekspresikan melalui ruang dekoratif yang terinspirasi oleh istana kekaisaran, karpet bunga, maskot Tahun Baru, dan gaun ao dai tradisional di tengah lanskap warisan budaya. "Cita rasa" adalah esensi kuliner Hue, mulai dari selai dan kue tradisional hingga hidangan familiar di meja pesta musim semi.
Salah satu daya tarik utama "Cita Rasa Kota Kekaisaran" adalah serangkaian kegiatan pengalaman Tet (Tahun Baru Imlek) tradisional gratis, yang memungkinkan penduduk lokal dan wisatawan untuk berpartisipasi langsung: membungkus banh chung dan banh tet (kue beras tradisional), membuat selai Tet, kaligrafi, membuat patung tanah liat, dan bermain permainan rakyat.
“Phu Xuan juga berharap bahwa melalui kegiatan Tet, citra ibu kota kuno, tempat di mana warisan berwujud dan tak berwujud bertemu, akan diperkenalkan dengan cara yang lebih intim dan hidup. Alih-alih hanya ‘mengagumi’ warisan, masyarakat dan wisatawan akan dapat ‘hidup di dalam warisan,’ mengalami Tet di ruang bersejarah yang terkait erat dengan kehidupan Benteng Kekaisaran kuno,” kata Ibu Khanh.
Salah satu acara menarik yang patut dinantikan adalah rangkaian program seni komunitas yang diadakan di situs warisan Quoc Tu Giam. Ini adalah perpaduan sempurna antara bentuk seni tradisional dan musik kontemporer, yang bermartabat sekaligus segar, cocok untuk berbagai kalangan penonton, terutama kaum muda.
Sumber: https://huengaynay.vn/du-lich/di-san-van-hoa/mien-di-san-ron-rang-don-tet-162569.html








Komentar (0)