![]() |
Di menit-menit terakhir pertandingan di Etihad, kamera berulang kali menangkap manajer Mikel Arteta memegang kepalanya dengan ekspresi termenung. Pelatih asal Spanyol itu memahami bahwa perebutan gelar juara tidak lagi berada di bawah kendalinya dan para pemainnya. |
![]() |
Kekalahan kandang Man City 1-2 menempatkan Arsenal dalam risiko serius kehilangan posisi puncak klasemen. Jika Man City memenangkan pertandingan tunda mereka, The Gunners akan tergeser ke posisi kedua. |
![]() |
Arsenal bermain dengan penuh usaha dan bahkan sempat membangkitkan harapan untuk memenangkan gelar Liga Inggris. Namun, tim asal London Utara itu kurang tenang dan kurang beruntung di momen-momen krusial. |
![]() |
Tim tamu memanfaatkan kesalahan pribadi Gianluigi Donnarumma untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1, dan kemudian dua kali membentur tiang gawang. |
![]() |
Setelah bertahun-tahun bekerja di Arsenal, Mikel Arteta masih belum menjadi saingan yang sepadan bagi Pep Guardiola. Impian para penggemar Arsenal untuk memenangkan Liga Premier setelah penantian selama 22 tahun kemungkinan akan tertunda menghadapi tim Manchester City yang bermain terlalu konsisten di bulan April dan Mei. |
![]() |
Meskipun demikian, harapan Arsenal untuk memenangkan gelar belum padam. Mikel Arteta dan para pemainnya perlu memenangkan setiap pertandingan tersisa musim ini, dan idealnya dengan selisih gol sebesar mungkin, untuk menghindari skenario di mana gelar juara ditentukan oleh selisih gol. |
Sumber: https://znews.vn/mikel-arteta-chet-lang-post1644887.html












Komentar (0)