![]() |
| Yosakoi menggabungkan gerakan tradisional dengan musik modern, menciptakan gaya pertunjukan yang dinamis dan energik. |
Pelatihan dan pengalaman
Didirikan pada 14 Desember 2012, Mirai Yosakoi adalah tempat di mana para siswa yang mencintai budaya Jepang bertemu, berlatih, dan menyebarkan bentuk seni yang khas ini kepada masyarakat. Menurut Ibu Hoang Thi Lan Nhi, seorang guru di Departemen Bahasa dan Budaya Jepang, klub ini awalnya dibimbing oleh seorang guru bahasa Jepang sukarelawan yang membantu mereka mempelajari tarian yosakoi.
Yosakoi adalah tarian Jepang terkenal yang berasal dari Prefektur Kochi pada tahun 1950-an. Tarian ini menggabungkan gerakan tradisional dengan musik modern, menciptakan gaya pertunjukan yang semarak dan energik. Salah satu ciri khas Yosakoi yang paling menonjol adalah Naruko, alat peraga kayu yang dipegang di tangan dan menghasilkan suara klik yang menyenangkan saat digoyangkan mengikuti irama musik. Langkah-langkah tarian yang kuat, formasi yang sinkron, dan suara Naruko menciptakan karakter unik dari Yosakoi.
Pada awalnya, Mirai Yosakoi terutama tampil di acara-acara internal di Universitas Bahasa Asing, berfungsi sebagai platform bagi mahasiswa yang mencintai budaya Jepang. Kemudian, Mirai mulai menerima undangan untuk berpartisipasi dalam banyak acara eksternal, mulai dari program pertukaran budaya dan festival Jepang hingga kegiatan komunitas.
Saat ini, Klub Yosakoi Mirai memiliki hampir 20 anggota, dipimpin oleh Duong Hoang Ha Nhi, seorang mahasiswa tingkat akhir jurusan Bahasa dan Budaya Jepang. Nhi menjelaskan bahwa tarian yosakoi biasanya berlangsung lebih dari 5 menit. Saat tampil, Mirai biasanya memiliki 7 hingga 12 anggota, tergantung pada ukuran panggung, dengan gerakan dan formasi yang diatur secara seragam untuk menciptakan efek visual yang indah. Setiap kali mereka ingin mempelajari tarian baru, klub harus menghubungi dan meminta izin untuk menggunakan musik dan koreografi dari tim yosakoi Jepang. Meskipun beberapa tim yosakoi di Vietnam menggubah musik mereka sendiri, ini masih cukup sulit bagi klub mahasiswa seperti Mirai. Untuk setiap tarian baru, anggota biasanya berlatih terus menerus selama sekitar satu bulan, hampir setiap hari. “Ini adalah keseluruhan proses latihan setiap gerakan, setiap formasi, dan bahkan nyanyian yosakoi yang khas,” jelas Ha Nhi.
Kostum juga merupakan bagian penting dari pertunjukan, dengan jaket happi atau haori yang dipadukan dengan celana hakama, ikat pinggang obi, dan aksesori seperti kipas atau payung. Namun, karena masih berstatus mahasiswa, Mirai tidak memiliki banyak uang untuk berinvestasi dalam kostum. "Untungnya, para profesor di departemen saya sangat menyukai Mirai, jadi mereka banyak mendukung klub ini," ungkap Nhi.
Ini bukan sekadar klub dansa.
Phan Lac An Nhien, mantan anggota, menceritakan bahwa awalnya ia bergabung dengan klub tersebut hanya karena seorang teman memperkenalkannya. “Awalnya, saya bahkan tidak tahu apa itu Yosakoi. Latihan cukup melelahkan, dan terkadang saya merasa putus asa, tetapi setiap kali saya tampil, itu sangat menyenangkan. Di klub, saya mendapatkan banyak teman baru, dan bahkan berkesempatan bertemu orang Jepang di berbagai acara,” kata Nhien. Bahkan setelah lulus, ia terus kembali ke klub untuk mendukung anggota baru.
Sebagai seorang mahasiswa, menyeimbangkan kegiatan akademik dan kegiatan ekstrakurikuler tidak selalu mudah. Ha Nhi menceritakan bahwa bulan Desember lalu sangat sibuk karena ia harus menyelesaikan tesisnya sekaligus mempersiapkan tiga acara bersama klubnya, yang masing-masing menampilkan pertunjukan tari yang berbeda. "Beberapa sesi latihan berlangsung selama tiga atau empat jam. Itu melelahkan tetapi sangat menyenangkan karena semuanya berjalan dengan baik pada akhirnya," kata Nhi.
Bagi anggota Mirai, yosakoi bukan hanya sekadar tarian, tetapi juga cara untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang budaya Jepang. Menurut Ibu Hoang Thi Lan Nhi, berpartisipasi dalam klub ini membantu siswa merasakan dengan jelas semangat kerja tim, interaksi antara tradisi dan modernitas, serta disiplin – nilai-nilai yang menjadi ciri khas budaya Jepang. Bagi Ha Nhi, tahun-tahun yang dihabiskan bersama Mirai juga merupakan masa paling berkesan dalam masa mudanya, karena "setiap kenangan bersama Mirai adalah kenangan yang membahagiakan."
Dari semangat dan kenangan itulah, irama yosakoi terus berlanjut dari generasi ke generasi di antara para pelajar bahasa asing. Langkah-langkah tarian Mirai bukan hanya kegembiraan bagi kaum muda, tetapi juga cara bagi budaya Jepang untuk menyebar lebih dekat ke masyarakat.
Sumber: https://huengaynay.vn/van-hoa-nghe-thuat/mirai-yosakoi-van-hoa-nhat-cat-nhip-163946.html







Komentar (0)