Aroma kue-kue itu ikut terbawa bersamaku.
Pesona pedesaan yang kental masih memikat hati.
Kue yang terbuat dari beras ketan yang ditanam di sawah.
Kulit luarnya lembut dan manis, sedangkan bagian dalamnya kaya rasa dan lembut.
Ayat-ayat di atas membangkitkan kenangan akan kue tradisional Vietnam – bánh ít. Bánh ít telah lama menjadi suguhan yang familiar, makanan pokok dalam peringatan leluhur dan perayaan Tet (Tahun Baru Imlek) di Delta Mekong. Kue ini biasanya terbuat dari beras ketan, bahan yang umum dan mudah didapat, dikombinasikan dengan berbagai isian seperti pasta kacang dan kelapa. Proses menyiapkan daun pisang untuk membungkus, menguleni adonan, dan membuat isian menunjukkan keterampilan dan kehalusan pembuatnya. Bánh ít bukan hanya kue biasa; ia mewujudkan semangat pedesaan.

Kue ketan siap dikukus hingga matang.
Saat ini, pasar menawarkan berbagai jenis kue yang diproduksi secara industri dengan desain yang beragam dan menarik, memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen. Oleh karena itu, melestarikan cita rasa tradisional kue-kue tradisional seperti banh it dan banh tet menjadi semakin sulit. Ibu Huynh Thi Hien (61 tahun, Kota Tan An), salah satu pembuat banh it yang sudah lama berkecimpung di bidang ini, mengatakan: “Sejak usia 10 tahun, saya telah membantu ibu saya membuat kue untuk dijual, sehingga saya secara bertahap menjadi terikat pada kerajinan pembuatan banh it.”
Membuat kue-kue ini membutuhkan keahlian, mulai dari menguleni adonan dan menyiapkan isian hingga membungkus dan mengukusnya. Harga kue-kue ini saat ini berkisar antara 6.000 VND per buah untuk isian tradisional hingga sekitar 7.000 VND per buah untuk isian durian. Karena kue-kue keluarga saya menggunakan resep tradisional dengan cita rasa unik, banyak pelanggan tetap memilih untuk membelinya selama hari raya, Tet (Tahun Baru Imlek), dan peringatan leluhur. Berkat ini, keluarga saya memiliki pendapatan yang stabil dari pembuatan kue-kue ini.”

Kue beras tersebut dibungkus dengan sangat rapi.
Dengan tangan terampil dan kecintaan pada kue-kue tradisional Vietnam, tidak hanya Ibu Huynh Thi Hien tetapi juga banyak orang lain yang berkontribusi untuk melestarikan "jiwa" kue-kue sederhana ini. Inilah yang menciptakan karakter unik dari masakan Vietnam.
Thao Mi - Hoang Tuan
Sumber






Komentar (0)