Bersiap kembali ke Vietnam untuk bekerja, Master Dao Manh Tri dengan penuh semangat berbagi: "Saya merasa beruntung memiliki kesempatan dan kondisi untuk mengumpulkan pengetahuan dan keterampilan, dan saya ingin menerapkannya untuk mengabdi kepada tanah air saya."
BAKAT MAHASISWA DOKTOR VIETNAM
Master Dao Manh Tri (28 tahun), seorang mahasiswa S3 di Power Transformation Lab, University of California-San Diego (UCSD), AS, baru-baru ini memenangkan kejuaraan American Energy Economics Association dan juara kedua di Geothermal Collegiate Competition, Departemen Energi AS, keduanya dalam topik pengembangan energi panas bumi. Ini merupakan tonggak penting dalam perjalanannya dan timnya (termasuk 4 mahasiswa S3), bukan hanya karena pencapaiannya tetapi juga karena makna sosial di baliknya.
Master Tri mengatakan bahwa ketika berpartisipasi dalam kompetisi Departemen Energi AS, menyadari ketidakseimbangan dalam memanfaatkan kebijakan energi, terutama kerugian yang dihadapi kota-kota terpencil dan pinggiran kota, kelompoknya mengusulkan dan menghubungi kota Cascade, Idaho (AS) untuk mendukung pengembangan proyek energi panas bumi yang akan menyediakan panas bagi sekitar 2.800 orang. Berdasarkan proposal kelompok, proyek ini diperkirakan akan menelan biaya investasi sebesar 11 juta dolar AS, yang akan mencakup hibah yang telah disetujui oleh Departemen Energi AS untuk diberikan kepada kota tersebut.
Dao Manh Tri (kedua dari kiri) dan rekan-rekannya di Konferensi Teknologi, Data, dan Kebijakan di Institut Teknologi Massachusetts (MIT)
Di waktu mendatang, tim akan melakukan perjalanan ke Cascade atas undangan wali kota untuk berinteraksi dengan para pemangku kepentingan dan terus mendukung masyarakat.
Bagi saya, pengakuan dari Departemen Energi AS sebagai mahasiswa PhD Vietnam merupakan pengakuan atas upaya saya dalam mengembangkan intelijen Vietnam di kancah internasional. Partisipasi dalam proyek ini, ditambah dengan pengalaman saya di konferensi internasional seperti COP28, telah membantu saya menyadari bahwa keahlian saya dapat diterapkan secara luas, mengatasi masalah sistem teknis sekaligus menjunjung tinggi nilai-nilai komunitas. Melalui kisah saya, saya berharap dapat menginspirasi generasi muda untuk proaktif dan berani berpartisipasi dalam proyek-proyek praktis guna membawa nilai-nilai praktis bagi masyarakat, ujar Master Dao Manh Tri.
BERGAIRAH TENTANG MASALAH ENERGI DI VN
Master Dao Manh Tri adalah tokoh dalam artikel Thanh Nien sebelumnya. Lulus SMA di Singapura dengan beasiswa A*STAR, gelar sarjana teknologi lingkungan dari Drexel University (AS), beliau dengan gemilang memenangkan beasiswa sains dan teknologi untuk studi doktoral di luar negeri dari Vingroup Corporation senilai sekitar 10 miliar VND. Saat ini beliau sedang menempuh pendidikan doktoral di Power Transformation Lab, University of California-San Diego (UCSD), AS. Beliau masih melakukan penelitian seputar proses transisi energi di AS, Vietnam, dan beberapa negara Asia Tenggara. Beliau secara rutin melakukan perjalanan antara AS dan Asia untuk mengumpulkan data dan bertemu dengan para ahli serta mitra.
Pada musim panas 2024, ia dan rekan-rekannya di laboratorium di AS melakukan perjalanan bisnis untuk berbagi penelitian dan proyek kelompok dengan para pemangku kepentingan di AS, Indonesia, Vietnam, dan Tiongkok. Kelompok ini menghadiri pertemuan dan diskusi dengan individu dan organisasi dari Universitas Princeton, MIT, Otoritas Ketenagalistrikan Indonesia, Sekretariat Program JETP Indonesia, Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Badan Energi Denmark, Universitas Tsinghua, Universitas Peking, dan lain-lain.
Master Dao Manh Tri ingin berkontribusi pada upaya global dalam menanggapi perubahan iklim.
Pada saat yang sama, Dao Manh Tri sedang melakukan studi pemodelan terbuka untuk menganalisis skenario pengembangan sektor ketenagalistrikan yang sejalan dengan target pengurangan emisi. Ia juga sedang mengonseptualisasikan studi tentang jaringan listrik regional Asia Tenggara, untuk mendukung efisiensi operasional yang lebih tinggi dan membantu mencapai target pengurangan emisi di kawasan tersebut. Selain itu, ia sedang melakukan studi tentang optimalisasi opsi investasi untuk tenaga angin dan tenaga surya komunitas, guna memastikan kesetaraan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Dao Manh Tri berencana untuk mengembangkan kerangka kerja teoretis bersama rekan-rekannya dan kemudian menerapkannya di berbagai wilayah geografis, termasuk Vietnam.
Dalam waktu dekat, Tri akan kembali ke Vietnam untuk bekerja. "Saya merasa beruntung memiliki kesempatan dan kondisi untuk mengumpulkan pengetahuan dan keterampilan, dan saya ingin menerapkannya untuk mengabdi kepada tanah air," tegasnya.
"Saya selalu ingin memajukan kerja sama internasional dan memperkuat posisi Vietnam dalam dialog global tentang iklim dan lingkungan. Saya berharap dapat menjadi jembatan antara Vietnam dan dunia , membantu pertukaran pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya, serta memperluas kemitraan dan kerja sama internasional di bidang ini. Tujuan saya tidak hanya berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan sosial Vietnam, tetapi juga pada upaya global dalam menanggapi perubahan iklim," ujarnya.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/toa-sang-theo-cach-rieng-mong-la-cau-noi-giua-vn-va-the-gioi-185240901194743936.htm
Komentar (0)