
Ilustrasi oleh: Tuan Anh
Sungai-sungai tua itu tidak terganggu oleh keharusan menunggu hujan.
Langit pagi ini aneh sekali, tahu kan?
Langitnya bukan biru cerah, melainkan hitam dan putih.
Sungai itu mengalir dengan tenang di sepanjang tepian yang sepi.
Aku berharap bisa melihat perahu-perahu hilir mudik lagi.
agar tidak merasa kesepian dan bernostalgia.
Jadi, mari kita pinjam cahaya bulan dan beberapa bintang perak.
Dilepaskan ke sungai yang luas dan berkilauan.
Bulan bertanya kepada sungai apakah sungai itu masih sedih.
Sungai itu mengalir dengan lembut dan tenang, luas dan tenteram.
Terima kasih, bulan, atas cahayanya.
Di bawah sinar bulan, sungai itu tampak sangat jernih dan biru.
Terima kasih, bintang acara larut malam.
Berkat bintang itu, sungai tersebut tampak bercahaya.
Sungai-sungai tua itu telah berubah menjadi hijau.
Aku membiarkan kesedihan lamaku hanyut bersama awan.
Kata-katamu bagaikan rumput yang lembut.
kabut pagi yang berkilauan, senja yang lelah
Hujan mengingat sungai, hujan menyebar ke mana-mana.
Pelabuhan kenangan, perahu-perahu yang saling berbelit, bulan yang kesepian.
Aku sangat merindukanmu.
Bukan hanya cinta yang penuh dengan mimpi!
Sumber: https://thanhnien.vn/mong-mo-tho-cua-lo-duy-buu-185260606183252964.htm










