
Dengan 674 produk OCOP yang meraih peringkat 3 hingga 5 bintang, Thanh Hoa terus mempertahankan posisi ke-3 secara nasional pada tahun 2026.
Selain berkontribusi pada peningkatan nilai produk pertanian, setiap produk OCOP juga membawa kisah budaya, kerajinan tradisional, dan identitas setiap daerah pedesaan di provinsi Thanh Hoa.
Namun, dalam konteks transformasi digital yang pesat, tantangan mempromosikan produk lokal menghadirkan banyak tuntutan baru.
Pada kenyataannya, sebagian besar konten di media sosial saat ini terutama berfokus pada akses cepat dan kemudahan melihat, tetapi juga mudah diabaikan.
Kurangnya pengalaman interaktif menyebabkan banyak produk OCOP, terlepas dari kualitasnya, masih kesulitan untuk memberikan kesan yang mendalam pada wisatawan.
Berdasarkan realitas tersebut, Thanh Hoa beralih dari pola pikir "promosi informasi" ke "menciptakan pengalaman digital," di mana wisatawan tidak hanya dapat melihat tetapi juga berinteraksi, menjelajahi , dan terhubung dengan destinasi tersebut.
Dalam proses ini, Kepolisian Provinsi Thanh Hoa memainkan peran pelopor. Mereka tidak hanya memenuhi tugas memastikan keamanan data, tetapi juga terlibat secara mendalam dalam membangun ekosistem promosi digital untuk wilayah tersebut.
Kepolisian provinsi, berkoordinasi dengan Departemen Pertanian dan Lingkungan Hidup, telah melakukan inventarisasi dan standardisasi data tentang desa-desa kerajinan tradisional, produk OCOP, dan destinasi wisata, serta menciptakan sumber data yang tersinkronisasi untuk promosi di platform digital.
Ini dianggap sebagai langkah penting dalam mendekatkan citra provinsi Thanh Hoa kepada wisatawan domestik dan internasional.
Yang perlu diperhatikan, Departemen Kepolisian Provinsi menyarankan Komite Rakyat Provinsi untuk berkoordinasi dengan Goldsun Media Group untuk mempromosikan produk-produk OCOP, desa-desa kerajinan tradisional, tempat-tempat wisata, dan acara-acara pariwisata melalui sistem layar LED nasional.
Gambar-gambar tentang kekhasan, budaya, dan lanskap Thanh Hoa kini muncul di banyak kota besar, yang secara signifikan memperluas jangkauan media lokal.
Secara paralel, banyak sistem layar sentuh dan kios informasi juga dipromosikan untuk dipasang di area dan objek wisata.
Sebelumnya, wisatawan yang ingin mempelajari situs bersejarah atau kekhasan lokal seringkali harus bertanya kepada penduduk setempat, membaca brosur, atau mencari secara acak di ponsel mereka. Sekarang, hanya dengan beberapa ketukan, semua informasi tentang sejarah tempat tersebut, budaya lokal, produk OCOP, atau layanan pariwisata ditampilkan secara visual langsung di destinasi.
Zaman papan informasi panjang lebar yang penuh teks sudah berlalu; pendekatan baru memprioritaskan gambar, video, dan konten interaktif. Inilah yang membuat perbedaan dalam pengalaman pengunjung.
Ibu Nguyen Thu Ha, seorang wisatawan dari Hanoi, berbagi: “Saya cukup terkejut karena mudah menemukan informasi tentang sejarah, budaya, dan bahkan produk OCOP (Satu Komune Satu Produk) lokal tepat di lokasi wisata. Berkat itu, perjalanan menjadi lebih menarik dan berkesan.”
Sementara itu, Bapak Le Ngoc Tan, seorang wisatawan dari Ninh Binh, percaya bahwa penerapan teknologi digital membantu menghemat waktu dalam mencari informasi dan juga menciptakan kesan profesional dan modern bagi pariwisata di provinsi Thanh Hoa.
Yang terpenting, nilai dari model ini terletak bukan pada layar atau kios tambahan yang dipasang, tetapi pada pengalaman yang diciptakannya.
Banyak wisatawan, setelah mencari informasi, secara proaktif mencari desa-desa kerajinan, membeli produk lokal, atau meluangkan waktu ekstra untuk menjelajahi kisah di balik setiap destinasi.
Pada titik itu, pariwisata bukan lagi sekadar "pergi untuk melihat," tetapi menjadi sebuah perjalanan untuk terhubung dengan budaya lokal, masyarakat, dan cara hidup mereka.
Sumber: https://baovanhoa.vn/nhip-song-so/mot-cu-cham-mo-khong-gian-van-hoa-xu-thanh-229413.html






Komentar (0)